Istirahat sejenak..
Ku arahkan satu nama pada list phonebook..
"mamah"
Kudengar suara yg awalnya renyah..
Ketika beberapa saat ngobrol..suaranya mulai berubah berat..kala bercerita adiku ngambek lg..
Ini yg membuat aku selalu tak ingin dia kecewa padaku...
Inginku Semoga bisa mjd pelipur lara..
Tp berusaha untuk tdk mengecewakan mungkin lbh mudah.itupun aku tak yakin sanggup ..
Beberapa saat..batukku menggelitik..
Wanita tercintaku bertanya.."sakit.?"
Dan pasti, Tak mungkin ku jwb jujur...
Maaf mah..
Aku hanya tak ingin kau kawatir..
"kemaren mamah ngimpi..
Km dateng ke mamah..tp km langsung pergi dan tak berkata apa-apa" itu katanya yg membuat suraku berat dan ingin segera mengahiri sambungan..
Tak ingin semua diketahuinya..ku ahiri sambungan dg berkata nanti aku telp lg..
Semoga mash dimaafkan..maaf umM..
Jumat, 30 Desember 2011
Rabu, 28 Desember 2011
ku buat benci tebal
Sudah kulakukan...
Ku buat dia sebenci-bencinya padaku...dan adiknya pun ku buat sama..
.Agar pintuku di tutupnya rapat-rapat..agar di hatinya benar2 hilang namaku..karna waktu kami bertemu terahir kali masih terlihat sorot mata yg mencintaiku..sekalipun sangat lemah..(mga aja g kepedean..)
Dalam proses pembuatan benci itu aku tau satu hal..setidaknya bisa buat aku merasa pernah berguna..
Bahwa dia pernah bahagia dg ku..
Kubuat dia beci dg tebal karna memang aku tak pantas dg dia..
Laki2 payah, manja, egois..
Dan yg paling tak pantas adalah "PENYAKITAN"
Aku tak terlalu risau dg hasil diagnosa it..
Karna ini smwa pasti baik untuku.. ( Mas pakih..makasi motivasinya..buku yg luar biasa..)
Sempet teramat kecewa..waktu pertengahan taun ini dy memilih meninggalkanku..
Tp Rab ku..seperti mengatakan...
Dia terlalu sempurna njo..
karna hatinya tak di bukakan oleh Rabku..
Apalagi ketika ujian ini datang...
Maka smakin jelas mau Rab-ku...tak tau ini karma atau sebatas peringatan..
tp jika seandainya karma..biar aku saja ya Rab..jangan adakan padanya..aku ridha..karna hanya aku yg pantas dihukum.
Ingin skali berucap: Makasi "iee"...
Bnyak warna telah kau ajarkan padaku..
aku hanya manusia biasa..
Smga km maklumi..waktu awal keberpisahan kita..aku slalu kalah dg diriku sendiri..
dan yg membuatku paling sedih adalh membuatmu kecewa untuk menunggu..tp mungkin km tak menyadari..peri
hnya membuatmu menunggu.."
Tp sudahlah..
tak ada yg salah dlm masalah ini..
Smga kdpan Aku di beri kekuatan menjalani penyembuhan ini..dan masa depan dia tak seburuk bersamaku..
Dan Rabku smakin merahmatiku...
Makasi Rab..
Masih memperingatkanku..
Ku buat dia sebenci-bencinya padaku...dan adiknya pun ku buat sama..
.Agar pintuku di tutupnya rapat-rapat..agar di hatinya benar2 hilang namaku..karna waktu kami bertemu terahir kali masih terlihat sorot mata yg mencintaiku..sekalipun sangat lemah..(mga aja g kepedean..)
Dalam proses pembuatan benci itu aku tau satu hal..setidaknya bisa buat aku merasa pernah berguna..
Bahwa dia pernah bahagia dg ku..
Kubuat dia beci dg tebal karna memang aku tak pantas dg dia..
Laki2 payah, manja, egois..
Dan yg paling tak pantas adalah "PENYAKITAN"
Aku tak terlalu risau dg hasil diagnosa it..
Karna ini smwa pasti baik untuku.. ( Mas pakih..makasi motivasinya..buku yg luar biasa..)
Sempet teramat kecewa..waktu pertengahan taun ini dy memilih meninggalkanku..
Tp Rab ku..seperti mengatakan...
Dia terlalu sempurna njo..
karna hatinya tak di bukakan oleh Rabku..
Apalagi ketika ujian ini datang...
Maka smakin jelas mau Rab-ku...tak tau ini karma atau sebatas peringatan..
tp jika seandainya karma..biar aku saja ya Rab..jangan adakan padanya..aku ridha..karna hanya aku yg pantas dihukum.
Ingin skali berucap: Makasi "iee"...
Bnyak warna telah kau ajarkan padaku..
aku hanya manusia biasa..
Smga km maklumi..waktu awal keberpisahan kita..aku slalu kalah dg diriku sendiri..
dan yg membuatku paling sedih adalh membuatmu kecewa untuk menunggu..tp mungkin km tak menyadari..peri
hnya membuatmu menunggu.."
Tp sudahlah..
tak ada yg salah dlm masalah ini..
Smga kdpan Aku di beri kekuatan menjalani penyembuhan ini..dan masa depan dia tak seburuk bersamaku..
Dan Rabku smakin merahmatiku...
Makasi Rab..
Masih memperingatkanku..
Jumat, 16 Desember 2011
tak mudah mencinta
Huft...
Tak ingin mengeluh..tapi aku hanyalah manusia biasa..
Ya ALloh..kapan rasa ini berahir..
Agar aku dapat benar-benar ikhlas.
Karna rasa ini munkin tak patut..
Karna dia tlah bersamanya..
Mengapa aku tak mudah untuk mencintai..
Begitu pula tak mudah untuk menafinya,
Aku tau ya Rab...
Aku hanya di perintah untk berusaha..bukan untuk memaksakan diri..
Ya...
saat ini aku hanya ingin merasa apa yg bisa aku rasa..dan akan ku jalani apa yg bisa kujalani..
Tp tolong bimbing hamba wahai Pengasih..
Agar rasa ini mjd "biasa",,
Karna itu yg mungkin bisa membahagiakanya saat ini..
Tak ingin mengeluh..tapi aku hanyalah manusia biasa..
Ya ALloh..kapan rasa ini berahir..
Agar aku dapat benar-benar ikhlas.
Karna rasa ini munkin tak patut..
Karna dia tlah bersamanya..
Mengapa aku tak mudah untuk mencintai..
Begitu pula tak mudah untuk menafinya,
Aku tau ya Rab...
Aku hanya di perintah untk berusaha..bukan untuk memaksakan diri..
Ya...
saat ini aku hanya ingin merasa apa yg bisa aku rasa..dan akan ku jalani apa yg bisa kujalani..
Tp tolong bimbing hamba wahai Pengasih..
Agar rasa ini mjd "biasa",,
Karna itu yg mungkin bisa membahagiakanya saat ini..
Senin, 24 Oktober 2011
melihat aib dirinya sendiri
" Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang hanba maka Dia menjadikan hamba melihat aib dirinya sendiri."
☀☆☀☆
Suatu hari Umar Radhiyallahu 'anhu berkata kpada Salman. "Apa saja yang kau dengar tentang diriku yg tak kau sukai, wahai Salman ?"
Mendengar pertanyaan yang tak disangkanya itu Salman hanya diam. Hatinya memang menyimpan gunjingan orang tentang Umar, tapi demi menjaga persahabatan mereka, ia tak akan menyampaikan itu. Salman tak bersedia menjawabnya. Tapi, rupanya Umar terus mendesak.
"Aku mendengar bahwa engkau menumpuk dua lauk dalam satu piring dan engkau memiliki dua pakaian, pakaian siang dan pakaian malam," ujar Salman.
"Adakah hal lain yang kau dengar ?" tanya Umar lagi.
"Tidak."
"Kedua hal itu sudah kutinggalkan." ujar Umar lega.
Umar mengajukan pertanyaan itu dengan satu tujuan yang pasti, Mengetahui AIB DIRI. Umar tentulah bukan orang yang tak suka bermuhasabah dan bertafakur tentang amal dirinya. Kegiatan introspeksi itu pastilah sudah ia lakukan. Tapi Amirul Mukminin setelah Abu Bakar itu masih merasa kurang. Ia takut keterbatasan diri membuatnya luput melihat aib dirinya secara utuh. Makanya ia menemui Salman sebagaimana dia juga menemui Khudzaifah, seorang sahabat yang dipandang memegang rahasia Rasulullah serta sangat tajam pandangannya dalam melihat orang munafik.
"Adakah kau melihat tanda-tanda kemunafikan dalam diriku, Khudzaifah ?" tanya Umar.
Yang dianggap aib oleh salman dan dibenarkan oleh Umar tentu bukanlah perkara besar jika diukur dengan nilai yang berlaku saat ini. Makan dengan dua lauk dalam satu piring bukanlah hal yang patut dicela karena sekarang sudah lazim orang makan dengan lauk beraneka ragam. Begitu pun memiliki dua pakaian berdasarkan waktu siang dan malam juga bukan hal yg merupakan aib saat ini. Tapi hal ini menjadi gunjingan di masa Nabi karena nilai dan etika waktu itu memang masih demikian murni.
Jika Nabi menganggap Aisyah, isteri tersayangnya, makan terlaku banyak saat didapati makan dua kali sehari, tentulah apa yang dilakukan Umar bisa dipandang sebagai hal yang berlebih-lebihan. Dan umar dengan ketakwaannya tak lagi mengulangi dua perbuatan itu.
☀☆☀☆
Menengok kisah ini kita sungguh malu jika melihat kehidupan kita hari ini. Adakah kita pernah bertanya kpada teman yang dapat dipercaya atau kepada seorang ustadz yang kita anggap shaleh tentang aib diri kita ?.. Pernahkah kita, dngan hati ikhlas dan jujur, berusaha mencari tahu apa saja kekurangan-kekurangan diri kita selama ini sebagai pijakan untuk memperbaikinya di kemudian hari ?..
Tentu sulit menjawab bahwa hal ini sudah atau kerap kita lakukan. yang terjadi malah bisa malah bisa sangat berlainan. Aib yang terkadang sudah sangat telanjang terlihat bukanlah satu hal yang memalukan saat ini dan bukan pula satu hal yg menjadi cambuk diri untuk segera di perbaiki.
Dalam kondisi lain, dan ini yang sering kita hadapi, adalah kondisi saat kita begitu mudah melihat kesalahan orang lain namun tak mampu melihat kesalahan diri sendiri. Benarlah sebuah pepatah lama yang menyebut kotoran kecil di mata saudara dapat terlihat tapi anak hewan di mata sendiri tak terlihat.
Kita terlalu mudah mengkritik dan membeberkan kekurangan orang lain tapi sedikitpun tak tahu kekurangan diri sendiri yang terkadang jauh lebih banyak dan lebih besar dari kesalahan orang lain. Hal inilah yg terkadang membuat kegiatan mengkritik sangat dekat dengan sifat kedengkian.
Jika Umar sampai tergopoh-gopoh bertanya pada sahabatnya tentang aib dirinya tentulah perkara ini sangat besar nilainya. Umar bahkan mengirim doa bagi siapapun yg membeberkan aib dirinya kepadanya. Karena hal itu adalah kebaikan baginya sekaligus poin penting untuk menjadi hamba yang lebih bertakwa dan lebih ikhlas.
Aib yg diketahui sama dengan penyakit yang berhasil didiagnosa. Inilah hakikat dari penyucian jiwa yg sering diajarkan orang saleh yakni dengan takhliyah (mengosongkan jiwa dari perbuatan tercela), yang di lanjutkan dngan tahliyah (menghiasinya dngan sifat terpuji).
Mukmin sejatinya sudah dijadikan sebagai cermin bagi mukmin yang lain. Merekalah pihak yang menjadi subyek konsep saling menasehati dalam kebenaran dan sabar.
Aib seorang mukmin dapat terlihat pada mukmin yang lain , begitu sebaliknya.
Cukuplah ini sebagai pelajaran bagi semua,, berusaha melihat aib sendiri dengan hati ikhlas dan kesungguhan memperbaikinya...
☀☆☀☆
Suatu hari Umar Radhiyallahu 'anhu berkata kpada Salman. "Apa saja yang kau dengar tentang diriku yg tak kau sukai, wahai Salman ?"
Mendengar pertanyaan yang tak disangkanya itu Salman hanya diam. Hatinya memang menyimpan gunjingan orang tentang Umar, tapi demi menjaga persahabatan mereka, ia tak akan menyampaikan itu. Salman tak bersedia menjawabnya. Tapi, rupanya Umar terus mendesak.
"Aku mendengar bahwa engkau menumpuk dua lauk dalam satu piring dan engkau memiliki dua pakaian, pakaian siang dan pakaian malam," ujar Salman.
"Adakah hal lain yang kau dengar ?" tanya Umar lagi.
"Tidak."
"Kedua hal itu sudah kutinggalkan." ujar Umar lega.
Umar mengajukan pertanyaan itu dengan satu tujuan yang pasti, Mengetahui AIB DIRI. Umar tentulah bukan orang yang tak suka bermuhasabah dan bertafakur tentang amal dirinya. Kegiatan introspeksi itu pastilah sudah ia lakukan. Tapi Amirul Mukminin setelah Abu Bakar itu masih merasa kurang. Ia takut keterbatasan diri membuatnya luput melihat aib dirinya secara utuh. Makanya ia menemui Salman sebagaimana dia juga menemui Khudzaifah, seorang sahabat yang dipandang memegang rahasia Rasulullah serta sangat tajam pandangannya dalam melihat orang munafik.
"Adakah kau melihat tanda-tanda kemunafikan dalam diriku, Khudzaifah ?" tanya Umar.
Yang dianggap aib oleh salman dan dibenarkan oleh Umar tentu bukanlah perkara besar jika diukur dengan nilai yang berlaku saat ini. Makan dengan dua lauk dalam satu piring bukanlah hal yang patut dicela karena sekarang sudah lazim orang makan dengan lauk beraneka ragam. Begitu pun memiliki dua pakaian berdasarkan waktu siang dan malam juga bukan hal yg merupakan aib saat ini. Tapi hal ini menjadi gunjingan di masa Nabi karena nilai dan etika waktu itu memang masih demikian murni.
Jika Nabi menganggap Aisyah, isteri tersayangnya, makan terlaku banyak saat didapati makan dua kali sehari, tentulah apa yang dilakukan Umar bisa dipandang sebagai hal yang berlebih-lebihan. Dan umar dengan ketakwaannya tak lagi mengulangi dua perbuatan itu.
☀☆☀☆
Menengok kisah ini kita sungguh malu jika melihat kehidupan kita hari ini. Adakah kita pernah bertanya kpada teman yang dapat dipercaya atau kepada seorang ustadz yang kita anggap shaleh tentang aib diri kita ?.. Pernahkah kita, dngan hati ikhlas dan jujur, berusaha mencari tahu apa saja kekurangan-kekurangan diri kita selama ini sebagai pijakan untuk memperbaikinya di kemudian hari ?..
Tentu sulit menjawab bahwa hal ini sudah atau kerap kita lakukan. yang terjadi malah bisa malah bisa sangat berlainan. Aib yang terkadang sudah sangat telanjang terlihat bukanlah satu hal yang memalukan saat ini dan bukan pula satu hal yg menjadi cambuk diri untuk segera di perbaiki.
Dalam kondisi lain, dan ini yang sering kita hadapi, adalah kondisi saat kita begitu mudah melihat kesalahan orang lain namun tak mampu melihat kesalahan diri sendiri. Benarlah sebuah pepatah lama yang menyebut kotoran kecil di mata saudara dapat terlihat tapi anak hewan di mata sendiri tak terlihat.
Kita terlalu mudah mengkritik dan membeberkan kekurangan orang lain tapi sedikitpun tak tahu kekurangan diri sendiri yang terkadang jauh lebih banyak dan lebih besar dari kesalahan orang lain. Hal inilah yg terkadang membuat kegiatan mengkritik sangat dekat dengan sifat kedengkian.
Jika Umar sampai tergopoh-gopoh bertanya pada sahabatnya tentang aib dirinya tentulah perkara ini sangat besar nilainya. Umar bahkan mengirim doa bagi siapapun yg membeberkan aib dirinya kepadanya. Karena hal itu adalah kebaikan baginya sekaligus poin penting untuk menjadi hamba yang lebih bertakwa dan lebih ikhlas.
Aib yg diketahui sama dengan penyakit yang berhasil didiagnosa. Inilah hakikat dari penyucian jiwa yg sering diajarkan orang saleh yakni dengan takhliyah (mengosongkan jiwa dari perbuatan tercela), yang di lanjutkan dngan tahliyah (menghiasinya dngan sifat terpuji).
Mukmin sejatinya sudah dijadikan sebagai cermin bagi mukmin yang lain. Merekalah pihak yang menjadi subyek konsep saling menasehati dalam kebenaran dan sabar.
Aib seorang mukmin dapat terlihat pada mukmin yang lain , begitu sebaliknya.
Cukuplah ini sebagai pelajaran bagi semua,, berusaha melihat aib sendiri dengan hati ikhlas dan kesungguhan memperbaikinya...
Selasa, 20 September 2011
Kamis, 11 Agustus 2011
ALLAH MENGAJARKAN CINTA
Assalamu'alaikum warrahmatulloohi wabarokaatuh,
Bismillahir-Rahmanir-Rahim ....
Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai
Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu,
Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu
Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka
Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta ...
Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata
Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana
Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu
Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu
Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya ...
Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia
DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy
Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah
Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasulnya
Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,
satu jam bersama serasa satu menit saja ...
Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi
Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya
Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia
Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran ....
Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu
Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas
Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah
Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki ....
Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta
Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya
Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian
Keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai
Karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi ....
Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu
Karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung
Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisan
Seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi
Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki ....
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: ♥ Jadikan Dirimu BIDADARI " Wanita Sholeha" ♥
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: ♥ Jadikan Dirimu BIDADARI " Wanita Sholeha" ♥: "(´'`v´'`) `•.¸.•´ .¸.•´¸.•*¨ (¸.•´ (¸.•´ ♥ Jadikan Dirimu BIDADARI ' Wanita Sholeha' ♥ ♫•*¨*•.¸ﷲ¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*♥♫•*¨..."
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: " HIASILAH HATI-mu DENGAN MENANGIS "
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: " HIASILAH HATI-mu DENGAN MENANGIS ": "' HIASILAH HATI-mu DENGAN MENANGIS ' *.•♥♥•.¸.•*¨) ''.♥•*♥*•♥.'' (¸.*•´.•♥♥•.* ♥:.بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ :.♥ Rasulullah..."
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: Kumpulan Kata-Kata Hikmah Page BDMCS "Bidadari Dun...
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: Kumpulan Kata-Kata Hikmah Page BDMCS "Bidadari Dun...: "' Kumpulan Kata-Kata Hikmah Page BDMCS ' ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Perjalanan ini masih jauh harus ku tempuh ... tak akan gentar ..."
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: ♥ "Engkaulah Suami yang Aku Impikan" ♥
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: ♥ "Engkaulah Suami yang Aku Impikan" ♥: "♥ 'Engkaulah Suami yang Aku Impikan' ♥ ღ☆ღ♥ بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ♥ღ☆ღ ... Ketika engkau mencintaiku, eng..."
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: " Qana’ah Sifat Mulia yang Harus di Miliki Para Is...
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: " Qana’ah Sifat Mulia yang Harus di Miliki Para Is...: "'Qana’ah Sifat Mulia yang Harus di Miliki Para Istri' ♫♥•*¨*•.¸¸¸.•*¨*•♫ ♥.:|:.♥ ♫•*¨*•.¸¸¸.•*¨*•♥♫ ♥.:|:.♥ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ ال..."
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: " Bagaimana Wanita Memilih dan Dipilih Suami "
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: " Bagaimana Wanita Memilih dan Dipilih Suami ": "♥ ' Bagaimana Wanita Memilih dan Dipilih Suami '♥ .:|:. ♥ .:|:. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ:. ♥ .:|:. ♥ Menikah bukan perkara..."
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: ♥ Jadilah BIDADARIKU di DUNIA dan AKHIRAT ♥
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: ♥ Jadilah BIDADARIKU di DUNIA dan AKHIRAT ♥: "♥ Jadilah BIDADARIKU di DUNIA dan AKHIRAT ♥ ♥ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ♥ Saat Hati ini mulai terarah dengan bisikan Nal..."
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: ♥ "" Kalam Hikmah Buat Calon Istri "" ♥
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: ♥ "" Kalam Hikmah Buat Calon Istri "" ♥: "*♥**♥* (¨`v´¨) `• .¸.•´ .¸.• ¸.•´¨)♥ '' Kalam Hikmah Buat Calon Istri '' ♥ (¸.• ´...(¸.•*`°♥°♫•*♥*•.¸♥♥¸.•*¨*•♫♥♫•*¨*• Pernikahan ata..."
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: ♥ "" Kalam Hikmah Buat Calon Suami "" ♥
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: ♥ "" Kalam Hikmah Buat Calon Suami "" ♥: "*♥**♥* (¨`v´¨) `• .¸.•´ .¸.• ¸.•´¨)♥ '' Kalam Hikmah Buat Calon Suami '' ♥ (¸.• ´......(¸.•*`°♥°♫•*♥*•.¸♥♥¸.•*¨*•♫♥♫ •*¨*• Pernikahan..."
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: " Hukum Mengolok-olok syi’ar Agama "
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: " Hukum Mengolok-olok syi’ar Agama ": "' Hukum Mengolok-olok syi’ar Agama ' •*¨*•.¸¸.•*¨*•♥♥•*¨*•.¸¸.•*¨*• ←←♥ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ♥←← Tidak ada keraguan bahw..."
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: ❤" ISTRIKU " Engkaulah Sang Permata Berharga Untuk...
Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: ❤" ISTRIKU " Engkaulah Sang Permata Berharga Untuk...: "❤' ISTRIKU ' Engkaulah Sang Permata Berharga Untuk-ku '❤ Duhai Bidadariku . . . Begitu sempurna Allah menciptakanmu ... Melalui ayah bu..."
malam pertama di alam KUBUR
♥ بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ♥
Terbayangkan di hati kita,bagaimanakah rasanya menghuni alam kubur ?
Malam pertama saja ?
Masya Allah,sungguh itulah kehidupan maha menakutkan dan maha mengerikan !!
Kubur adalah perhentian pertama setelah seorang hamba itu
meninggal dunia dan kemudian tempatkan di alam arwah sehingga hari kiamat.
Di sinilah penentuan kebahagiaan kecelakaan yang abadi.
Hadis Abi Said mengatakan,
Nabi Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud:
“Kubur itu adalah salah satu lubang neraka, atau salah satu taman syurga.”
Adapun arwah orang yang beriman akan sentiasa dalam rahmat dan
peliharaan Allah tidak kira di mana mereka berada. Bagaimanakah seseorang itu akan menghadapi persoalan kubur?
Adapun roh orang yang beriman dijelaskan Allah dalam firman yang bermaksud:
“Setelah menerangkan akibat orang yang tidak menghiraukan akhirat, Tuhan menyatakan bahawa orang beriman dan beramal salih akan disambut dengan kata-kata: Wahai orang yang mempunyai jiwa yang sentiasa tenang tetap dengan kepercayaan dan bawaan baiknya, kembalilah kepada Tuhanmu dengan keadaan engkau berpuas hati (dengan segala nikmat yang diberikan), lagi diredai (di sisi Tuhanmu). Serta masuklah dalam kumpulan hamba-Ku yang berbahagia, dan masuklah ke dalam syurga-Ku.” – (Surah al-Fajar, ayat 27-30)
Sebuah potret rumah masa depan yg amat sempit,gelap,dingin,lembab,sunyi yang berteman ulat,ular,cacing dan segala makhluk melata yang menjijikkan.Tapi sadarlah,memang itulah masa depan hidup yg akAn dilalui oleh setiap kita.Tak peduli kaya atau miskin,pejabat atau rakyat,konglomerat atau melarat,kita semua akan mengenyam gelapnya kehidupan di alam kubur
Jika kita lalai pada potret mengerikan alam kubur itu,niscaya hati kita akan
selalu jauh dari Allah.Sebaliknya,jika kita selalu ingat bahwa di dunia ini kita tidaklah kekal,bahkan di atas kemolekan,kecantikan,kekayaan dan ketenaran status kita,niscaya kita akan berlinang airmata membayangkan betapa kerdilnya diri ini dan bergegas menyiapkan diri menyongsong alam kubur dengan penuh ketakziman dan keshalihan ibadah
Bayangkanlah dengan penuh perih kehidupan macam apakah yang akan kita jalani kelak kala kita mulai dimasukkan ke liang lahat oleh orang'' yang sangat menghormati dan mencintai kita selama ini...hingga 7 malam ke depan, SubhanAllah...
Maka Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam selalu menasehati para sahabat dengan mengatakan, "Hiduplah di dunia ini bagaikan seorang pengembara." Sehingga, pesan Ibnu Umar layak untuk diingat, "Jika engkau sedang berada pada hari ini, maka janganlah engkau tunda-tunda sampai hari esok.
Jika engkau sedang berada pada waktu sore, maka janganlah engkau tunda-tunda hingga pagi hari. Pergunakanlah sehatmu sebelum datang sakitmu dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang matimu." Karena itu, marilah bertobat dan aktif berbuat baik. Tidaklah ada persiapan diri untuk menghadapi kematian yang lebih baik kecuali dengan menyegerakan diri bertobat dan senantiasa memperbaharui tobat dari hari ke hari.
Alloh Azza Wa Jalla .Berfirman :
"Setiap yang berjiwa, pasti akan merasakan mati."(QS. Ali Imran :185).
Sebelum manusia berpindah ke alam akhirat mereka akan menempuh satu alam dinamakan alam barzakh dan di sana mereka akan menjawab soalan ditujukan malaikat kepada mereka. Di sinilah penentu kejayaan di alam akhirat nanti sama ada manusia itu akan masuk ke syurga atau neraka.
Persoalan kubur tidak terkecuali bagi setiap orang yang meninggal dunia sama
ada mereka mati di bumi, laut atau angkasa. Mengenai gambaran azab dan seksa kubur itu dalam pelbagai cara seperti dijelaskan ulama.
Bagaimanapun kita tidak banyak mengetahui rahasia alam roh melainkan apa yang diceritakan al-Quran dan hadis kerana ia adalah urusan Allah. Apabila seseorang berpindah ke alam baqa, bermakna terputuslah segala hubungan dan amalannya di dunia ini melainkan sedekah jariah, ilmu bermanfaat, anak soleh dan juga doa daripada kaum kerabatnya di dunia ini.
Riwayat daripada Ad-Dailami ada menyebut yang bermaksud:
“Orang yang mati dalam kuburnya adalah seperti orang sedang tenggelam yang meminta pertolongan. Ia menunggu sampai kepadanya (rahmat) sesuatu doa daripada anaknya, atau saudaranya ataupun sahabat handainya. Apabila (rahmat) doa itu sampai kepadanya, maka tidaklah terkira sukacitanya dan dirasainya ‘rahmat doa itu’ lebih berharga daripada dunia dan segala isinya. Sebenarnya hadiah orang yang hidup kepada orang mati ialah doa dan istighfar.”
Kubur adalah Alam Kegelapan,
Cahaya yang dapat menerangi Alam Kubur ialah Kalimah La Ila IllAllah
( Tiada Penyembahan dan Ketaatan serta kepatuhan dalam kehidupan manusia dan jin melainkan hanya kepada Allah Azza wa jalla )..Wallahu Musta'an .
Terbayangkan di hati kita,bagaimanakah rasanya menghuni alam kubur ?
Malam pertama saja ?
Masya Allah,sungguh itulah kehidupan maha menakutkan dan maha mengerikan !!
Kubur adalah perhentian pertama setelah seorang hamba itu
meninggal dunia dan kemudian tempatkan di alam arwah sehingga hari kiamat.
Di sinilah penentuan kebahagiaan kecelakaan yang abadi.
Hadis Abi Said mengatakan,
Nabi Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud:
“Kubur itu adalah salah satu lubang neraka, atau salah satu taman syurga.”
Adapun arwah orang yang beriman akan sentiasa dalam rahmat dan
peliharaan Allah tidak kira di mana mereka berada. Bagaimanakah seseorang itu akan menghadapi persoalan kubur?
Adapun roh orang yang beriman dijelaskan Allah dalam firman yang bermaksud:
“Setelah menerangkan akibat orang yang tidak menghiraukan akhirat, Tuhan menyatakan bahawa orang beriman dan beramal salih akan disambut dengan kata-kata: Wahai orang yang mempunyai jiwa yang sentiasa tenang tetap dengan kepercayaan dan bawaan baiknya, kembalilah kepada Tuhanmu dengan keadaan engkau berpuas hati (dengan segala nikmat yang diberikan), lagi diredai (di sisi Tuhanmu). Serta masuklah dalam kumpulan hamba-Ku yang berbahagia, dan masuklah ke dalam syurga-Ku.” – (Surah al-Fajar, ayat 27-30)
Sebuah potret rumah masa depan yg amat sempit,gelap,dingin,lembab,sunyi yang berteman ulat,ular,cacing dan segala makhluk melata yang menjijikkan.Tapi sadarlah,memang itulah masa depan hidup yg akAn dilalui oleh setiap kita.Tak peduli kaya atau miskin,pejabat atau rakyat,konglomerat atau melarat,kita semua akan mengenyam gelapnya kehidupan di alam kubur
Jika kita lalai pada potret mengerikan alam kubur itu,niscaya hati kita akan
selalu jauh dari Allah.Sebaliknya,jika kita selalu ingat bahwa di dunia ini kita tidaklah kekal,bahkan di atas kemolekan,kecantikan,kekayaan dan ketenaran status kita,niscaya kita akan berlinang airmata membayangkan betapa kerdilnya diri ini dan bergegas menyiapkan diri menyongsong alam kubur dengan penuh ketakziman dan keshalihan ibadah
Bayangkanlah dengan penuh perih kehidupan macam apakah yang akan kita jalani kelak kala kita mulai dimasukkan ke liang lahat oleh orang'' yang sangat menghormati dan mencintai kita selama ini...hingga 7 malam ke depan, SubhanAllah...
Maka Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam selalu menasehati para sahabat dengan mengatakan, "Hiduplah di dunia ini bagaikan seorang pengembara." Sehingga, pesan Ibnu Umar layak untuk diingat, "Jika engkau sedang berada pada hari ini, maka janganlah engkau tunda-tunda sampai hari esok.
Jika engkau sedang berada pada waktu sore, maka janganlah engkau tunda-tunda hingga pagi hari. Pergunakanlah sehatmu sebelum datang sakitmu dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang matimu." Karena itu, marilah bertobat dan aktif berbuat baik. Tidaklah ada persiapan diri untuk menghadapi kematian yang lebih baik kecuali dengan menyegerakan diri bertobat dan senantiasa memperbaharui tobat dari hari ke hari.
Alloh Azza Wa Jalla .Berfirman :
"Setiap yang berjiwa, pasti akan merasakan mati."(QS. Ali Imran :185).
Sebelum manusia berpindah ke alam akhirat mereka akan menempuh satu alam dinamakan alam barzakh dan di sana mereka akan menjawab soalan ditujukan malaikat kepada mereka. Di sinilah penentu kejayaan di alam akhirat nanti sama ada manusia itu akan masuk ke syurga atau neraka.
Persoalan kubur tidak terkecuali bagi setiap orang yang meninggal dunia sama
ada mereka mati di bumi, laut atau angkasa. Mengenai gambaran azab dan seksa kubur itu dalam pelbagai cara seperti dijelaskan ulama.
Bagaimanapun kita tidak banyak mengetahui rahasia alam roh melainkan apa yang diceritakan al-Quran dan hadis kerana ia adalah urusan Allah. Apabila seseorang berpindah ke alam baqa, bermakna terputuslah segala hubungan dan amalannya di dunia ini melainkan sedekah jariah, ilmu bermanfaat, anak soleh dan juga doa daripada kaum kerabatnya di dunia ini.
Riwayat daripada Ad-Dailami ada menyebut yang bermaksud:
“Orang yang mati dalam kuburnya adalah seperti orang sedang tenggelam yang meminta pertolongan. Ia menunggu sampai kepadanya (rahmat) sesuatu doa daripada anaknya, atau saudaranya ataupun sahabat handainya. Apabila (rahmat) doa itu sampai kepadanya, maka tidaklah terkira sukacitanya dan dirasainya ‘rahmat doa itu’ lebih berharga daripada dunia dan segala isinya. Sebenarnya hadiah orang yang hidup kepada orang mati ialah doa dan istighfar.”
Kubur adalah Alam Kegelapan,
Cahaya yang dapat menerangi Alam Kubur ialah Kalimah La Ila IllAllah
( Tiada Penyembahan dan Ketaatan serta kepatuhan dalam kehidupan manusia dan jin melainkan hanya kepada Allah Azza wa jalla )..Wallahu Musta'an .
" CINTA Karena ALLAH Dan BENCI Karena ALLAH "
ღ☆ღ♥ بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ♥ღ☆ღ
Dalam pengertian menurut syariat, yang dimaksud dengan Al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan
kepada orang –orang yang beriman dan taat kepada Allah ta’ala karena
keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan.
Sedangkan yang dimaksud dengan Al-bughdu fillah (benci karena Allah)
adalah mencurahkan ketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukan-Nya dan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada-Nya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah, meskipun mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan dengan kita
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الإِيمَانَ ».
“Barang siapa yang mencintai karena Allah. Membenci karena Allah.
Memberi karena Allah. Dan tidak memberi juga karena Allah. Maka
sungguh dia telah menyempurnakan imannya.” (HR. Abu Dawud, disahihkan al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abu Dawud [10/181] as-Syamilah)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah beriman salah seorang
dari kalian sampai aku lebih dicintainya daripada orang tua dan anak-anaknya.” (HR. Bukhari)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
آيَةُ الْإِيمَانِ حُبُّ الْأَنْصَارِ وَآيَةُ النِّفَاقِ بُغْضُ الْأَنْصَارِ
“Ciri keimanan yaitu mencintai kaum Anshar, sedangkan ciri kemunafikan yaitu membenci kaum Anshar.” (HR. Bukhari)
“Tali iman yang paling kuat adalah CINTA karena ALLAH dan BENCI karena ALLAH”(HR. At Tirmidzi)
♫•*¨*•.¸¸•*¨*•♥•*¨*•ﷲ¸¸.•*¨*• hamba ﷲ:•*¨*•:♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫
Dari Berbagai DALIL Al-Qur'an dan HADITS di atas kita bisa mengetahui bahwa:
1.Kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata.
2.Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah, membenci terhadap segala yang dibenci Allah,
3.Ridla kepada apa yang diridlai Allah, tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah,
4.Memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah, mencegah segala yang dicegah Allah,
5.Memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia diberi..Wallahu Musta'an.
Allah Azza Wa Jalla. berfirman,
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آَبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Tidak akan kamu jumpai suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari
akhir berkasih sayang kepada orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya meskipun mereka itu adalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, maupun sanak keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang ditetapkan Allah di dalam hati mereka dan Allah kuatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya, Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Mereka itulah golongan Allah, ketahuilah sesungguhnya hanya golongan Allah itulah orang-orang yang beruntung.” (Qs. Al-Mujadalah: 22)
Dalam pengertian menurut syariat, yang dimaksud dengan Al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan
kepada orang –orang yang beriman dan taat kepada Allah ta’ala karena
keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan.
Sedangkan yang dimaksud dengan Al-bughdu fillah (benci karena Allah)
adalah mencurahkan ketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukan-Nya dan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada-Nya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah, meskipun mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan dengan kita
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الإِيمَانَ ».
“Barang siapa yang mencintai karena Allah. Membenci karena Allah.
Memberi karena Allah. Dan tidak memberi juga karena Allah. Maka
sungguh dia telah menyempurnakan imannya.” (HR. Abu Dawud, disahihkan al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abu Dawud [10/181] as-Syamilah)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah beriman salah seorang
dari kalian sampai aku lebih dicintainya daripada orang tua dan anak-anaknya.” (HR. Bukhari)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
آيَةُ الْإِيمَانِ حُبُّ الْأَنْصَارِ وَآيَةُ النِّفَاقِ بُغْضُ الْأَنْصَارِ
“Ciri keimanan yaitu mencintai kaum Anshar, sedangkan ciri kemunafikan yaitu membenci kaum Anshar.” (HR. Bukhari)
“Tali iman yang paling kuat adalah CINTA karena ALLAH dan BENCI karena ALLAH”(HR. At Tirmidzi)
♫•*¨*•.¸¸•*¨*•♥•*¨*•ﷲ¸¸.•*¨*• hamba ﷲ:•*¨*•:♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫
Dari Berbagai DALIL Al-Qur'an dan HADITS di atas kita bisa mengetahui bahwa:
1.Kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata.
2.Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah, membenci terhadap segala yang dibenci Allah,
3.Ridla kepada apa yang diridlai Allah, tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah,
4.Memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah, mencegah segala yang dicegah Allah,
5.Memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia diberi..Wallahu Musta'an.
Allah Azza Wa Jalla. berfirman,
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آَبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Tidak akan kamu jumpai suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari
akhir berkasih sayang kepada orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya meskipun mereka itu adalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, maupun sanak keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang ditetapkan Allah di dalam hati mereka dan Allah kuatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya, Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Mereka itulah golongan Allah, ketahuilah sesungguhnya hanya golongan Allah itulah orang-orang yang beruntung.” (Qs. Al-Mujadalah: 22)
Tentang rumah tangga
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
ceraian di negara kita di jaman sekarang
Makin bertambah jumlah tiap tahunnya ...
Karena membangun bahtera rumah tangga sangatlah butuh
Persiapan lahir dan batin dan mestinya yang di hiasi iman & takwa dalan diri kita
Banyak masalah tentang suami selingkuh / istri selingkuh
Kadang masih aja masalah suami tidak dapat memberikan nafkah lahir batin
Masih banyak masalah perceraian di negara kita itu karena kita
Kurang bersyukur atas pasangan masing-masing
Semoga cacatan ini bermanfaat bagi semua ....
Untuk menghadapi masalah keluarga / yang masih jomblo
1. Kurang serasi sama pasangan kita yg sudah kita nikahi selama ini baik istri/suami
Hayo .. nama nya kan kurang bersyukur juga .. sudah mempunyai pasangan kok merasa kurang serasi
Keserasian itu kita sendiri yang harus mencari dengan memberikan ke harnomisan dalam keluarga
Sang istri menyayangi suami dan sebalik nya menyayangi istri hindarilah bertengkar antara suami & istri
InsyaAllah keluarga anda menjadi rumah ku surga ku ^___^
2. Kadang kurang nafkah lahir batin yang sering jadi masalah dalam pertengkaran
Hayo .... nama nya juga kurang bersyukur juga nih ...
Betapa nikmat ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA memberikan suami untuk sang istri
Sang suami bekerja keras walau penghasilan sedikit hanya untuk secukup nya
Makan sehari-hari/kebutuhan sehari-hari ....
Dia mencari uang yang halal untuk keluarga ...Alhamdulillah ..
Masih di beri kesempatan menikmati Rezeki ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
Sedangkan istri, suami kerja capek-capek malah marah-marah karena
Penghasilan suami kurang cukup ....Astaghfirullahaladhzim ...
Cobalah menjadi istri sholehah taat kepada ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA dan juga pada suami
Walau penghasilan sedikit mestinya istri bilang ke suami
Seperti contoh di bawah ini :
Abi" walaupun penghasilan dikit Umi" bersyukur ..
Asal keluarga kita di beri kesehatan dan rukun kebahagiaan ...
Semoga ALLAH memberikan rezeki yang berganda besok ya Abi" Aamiin Ya Robbal 'alamiin
contoh di atas adalah menjadi wanita sholehah yang sabar atas rezeki yang ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA berikan... ^___^
jadi jadi istri harus bisa mengimbangi suami yang capek habis pulang kerja
3.Bercerai karena alasan yang lain"
Nah itu harus kita fikir sekali lagi .. bagi yang sudah punya anak mungkin berat akan melakukan nya
Sabarlah,berdoalah,bersyukurlah di atas kesusahan pasti ada kemudahan ... ^__^
jangan sekali-kali dalam rumah tangga bicara tentang cerai ...
Begitu berharga ikatan suci karena ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
Saling menjaga agar keluarga yang kita bina tetap rukun dan harmonis
Baik suami / istri ... jika cecok / bertengkar masalah kecil menjadi besar..
Nah seharusnya suami / istri mengalah salah satu nya ...
Cara bicara yang sopan baik kepada istri baik kepada anak baik kepada suami
Jangan sampai mengeluarkan perkataan yang membuat pasangan bersedih
Itu perlu juga dalam berumah tangga .... InsyaAllah menjadi rukun kembali
Bisa menjauhi perkataan cerai ...
4. Yang kecewa di tinggal pergi suami/ istri "
Janganlah kecewa / membenci ya ukhty tercinta
Usahlah air mata membasahi pipi mu .. sungguh tak berarti engkau tangisi
Dan engkau sesali ... YANG ENGKAU CINTAI BELUM TENTU DIA MENJADI PENDAMPING MU NANTI
Jadi jangan lah risau / kecewa .. semangatlah menjadi yang terbaik
Bagi ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA dan diri kita sendiri ... jagalah hati & kehormatan diri ini
Walaupun berstatus janda/duda janganlah bersedih dan jangan lah takut untuk mengungkapkan dengan calon pasangan mu nanti
InsyaAllah .. akan memberikan suami/istri yang sholeh menerima apa adanya untuk mu ukhty
Berdoalah kepada ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA ... bersimpuhlah dan berserah diri hanya kepada-NYA
Senantiasa ... tersenyumlah untuk menghapus semua lara di hati
Jangan biarkan ke kecewaan meracuni diri .. hingga tumbuh rasa membenci / medendam dia
Semoga cacatan ini bisa memberikan manfaat bagi yang pernah tersakiti ...
Dan sebalik nya akhy yang tersakiti ... mungkin bisa mengambil hikmah dari kata-kata di atas
5. Bagi yang masih belum menemukan jodoh / jomblo
Maka belajarlah dengan ilmu kelak menjadi suami idaman / istri idaman bagi keluarga
Belajar itu sangat perlu .. contoh di atas mungkin bisa menambah pelajaran & manfaat bagi kita
Dalam berumah tangga kelak ... sekarang masih jomblo .. kan ngak selamanya menjomblo .. hehehhehehe
Nah .. jangan salah lagi lo ya page ini bukan biro jodoh lo akhy/ukhty.. hehehehe
Ana lihat dari kemarin banyak akhy yang sebar-sebar nomer tlpn .....
Hayo ... mau apa ?? cari istri sholehah ya akhy?? sopan dikit dong akhy...
Dikira entar akhy lebay banget kalau di fb main rayu ... main sebar nomer tlpn ... main inbok-inbokan bilang cinta ^__^
Buat ... berbagi ilmu baik sahabat fillah & ADMIN di sini ...
Dan semoga bermanfaat menjadi istri idaman / suami idaman ....
Nah kalau page ini jadi biro jodoh nah gimana ilmu nya coba....
Nah jadi malas baca note dari admin ... terus maunya cari pacar melulu di fb ... hihihihihi
Tak perlu di pusing-pusing nyari jodoh mas bro / mbak bro .. hehehehe ..
Berdoalah semoga ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA menemukan jodoh yang terbaik bagi anda yang sedang jomblo ...
Nah buat lah fb gunakan sarana mencari ilmu pengetahuaan ... karena ilmu itu perlu ..
Mengapa perlu ?? nah itu buat bekal hidup nanti .. orang tanpa iman & ilmu pengetahuan
Maka .. hancurlah untuk menjalin rumah tangga / hancurlah rumah mu surga ku
Kalau kita tidak berbekal dan mempertebal iman / ilmu pengetahuaan
Jadi bagi yang belum mendapat jodoh harus bersabar ... terus belajar menjadi yang terbaik
Agar kelak bisa menjadi suami yang sholeh bagi istri dan keluarga
Agar kelak menjadi istri yang sholeh bagi suami dan keluarga ...
Menuju rumah mu surga ku ...
Yang engkau cintai selama ini ...
Belum pasti milik kita nanti ...
Maka usahlah hati untuk bersedih di kala dia bukan milik mu ...
Di kala dia melukai hati mu ...
Bersyukurlah atas ujian dan cobaan dari ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
Teryata ALLAH masih sayang dengan memberi cobaan kepada kita ....
InsyaAllah ...ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
Memberikan penganti yang lebih sholeh/sholehah kepada kita.
amiiiiiiiiiinnn....
jd teringat pesan dari orang teristimewaku.dadi wong sing gede sukure {jadi orang yang besar rasa sukurnya )
ceraian di negara kita di jaman sekarang
Makin bertambah jumlah tiap tahunnya ...
Karena membangun bahtera rumah tangga sangatlah butuh
Persiapan lahir dan batin dan mestinya yang di hiasi iman & takwa dalan diri kita
Banyak masalah tentang suami selingkuh / istri selingkuh
Kadang masih aja masalah suami tidak dapat memberikan nafkah lahir batin
Masih banyak masalah perceraian di negara kita itu karena kita
Kurang bersyukur atas pasangan masing-masing
Semoga cacatan ini bermanfaat bagi semua ....
Untuk menghadapi masalah keluarga / yang masih jomblo
1. Kurang serasi sama pasangan kita yg sudah kita nikahi selama ini baik istri/suami
Hayo .. nama nya kan kurang bersyukur juga .. sudah mempunyai pasangan kok merasa kurang serasi
Keserasian itu kita sendiri yang harus mencari dengan memberikan ke harnomisan dalam keluarga
Sang istri menyayangi suami dan sebalik nya menyayangi istri hindarilah bertengkar antara suami & istri
InsyaAllah keluarga anda menjadi rumah ku surga ku ^___^
2. Kadang kurang nafkah lahir batin yang sering jadi masalah dalam pertengkaran
Hayo .... nama nya juga kurang bersyukur juga nih ...
Betapa nikmat ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA memberikan suami untuk sang istri
Sang suami bekerja keras walau penghasilan sedikit hanya untuk secukup nya
Makan sehari-hari/kebutuhan sehari-hari ....
Dia mencari uang yang halal untuk keluarga ...Alhamdulillah ..
Masih di beri kesempatan menikmati Rezeki ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
Sedangkan istri, suami kerja capek-capek malah marah-marah karena
Penghasilan suami kurang cukup ....Astaghfirullahaladhzim ...
Cobalah menjadi istri sholehah taat kepada ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA dan juga pada suami
Walau penghasilan sedikit mestinya istri bilang ke suami
Seperti contoh di bawah ini :
Abi" walaupun penghasilan dikit Umi" bersyukur ..
Asal keluarga kita di beri kesehatan dan rukun kebahagiaan ...
Semoga ALLAH memberikan rezeki yang berganda besok ya Abi" Aamiin Ya Robbal 'alamiin
contoh di atas adalah menjadi wanita sholehah yang sabar atas rezeki yang ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA berikan... ^___^
jadi jadi istri harus bisa mengimbangi suami yang capek habis pulang kerja
3.Bercerai karena alasan yang lain"
Nah itu harus kita fikir sekali lagi .. bagi yang sudah punya anak mungkin berat akan melakukan nya
Sabarlah,berdoalah,bersyukurlah di atas kesusahan pasti ada kemudahan ... ^__^
jangan sekali-kali dalam rumah tangga bicara tentang cerai ...
Begitu berharga ikatan suci karena ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
Saling menjaga agar keluarga yang kita bina tetap rukun dan harmonis
Baik suami / istri ... jika cecok / bertengkar masalah kecil menjadi besar..
Nah seharusnya suami / istri mengalah salah satu nya ...
Cara bicara yang sopan baik kepada istri baik kepada anak baik kepada suami
Jangan sampai mengeluarkan perkataan yang membuat pasangan bersedih
Itu perlu juga dalam berumah tangga .... InsyaAllah menjadi rukun kembali
Bisa menjauhi perkataan cerai ...
4. Yang kecewa di tinggal pergi suami/ istri "
Janganlah kecewa / membenci ya ukhty tercinta
Usahlah air mata membasahi pipi mu .. sungguh tak berarti engkau tangisi
Dan engkau sesali ... YANG ENGKAU CINTAI BELUM TENTU DIA MENJADI PENDAMPING MU NANTI
Jadi jangan lah risau / kecewa .. semangatlah menjadi yang terbaik
Bagi ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA dan diri kita sendiri ... jagalah hati & kehormatan diri ini
Walaupun berstatus janda/duda janganlah bersedih dan jangan lah takut untuk mengungkapkan dengan calon pasangan mu nanti
InsyaAllah .. akan memberikan suami/istri yang sholeh menerima apa adanya untuk mu ukhty
Berdoalah kepada ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA ... bersimpuhlah dan berserah diri hanya kepada-NYA
Senantiasa ... tersenyumlah untuk menghapus semua lara di hati
Jangan biarkan ke kecewaan meracuni diri .. hingga tumbuh rasa membenci / medendam dia
Semoga cacatan ini bisa memberikan manfaat bagi yang pernah tersakiti ...
Dan sebalik nya akhy yang tersakiti ... mungkin bisa mengambil hikmah dari kata-kata di atas
5. Bagi yang masih belum menemukan jodoh / jomblo
Maka belajarlah dengan ilmu kelak menjadi suami idaman / istri idaman bagi keluarga
Belajar itu sangat perlu .. contoh di atas mungkin bisa menambah pelajaran & manfaat bagi kita
Dalam berumah tangga kelak ... sekarang masih jomblo .. kan ngak selamanya menjomblo .. hehehhehehe
Nah .. jangan salah lagi lo ya page ini bukan biro jodoh lo akhy/ukhty.. hehehehe
Ana lihat dari kemarin banyak akhy yang sebar-sebar nomer tlpn .....
Hayo ... mau apa ?? cari istri sholehah ya akhy?? sopan dikit dong akhy...
Dikira entar akhy lebay banget kalau di fb main rayu ... main sebar nomer tlpn ... main inbok-inbokan bilang cinta ^__^
Buat ... berbagi ilmu baik sahabat fillah & ADMIN di sini ...
Dan semoga bermanfaat menjadi istri idaman / suami idaman ....
Nah kalau page ini jadi biro jodoh nah gimana ilmu nya coba....
Nah jadi malas baca note dari admin ... terus maunya cari pacar melulu di fb ... hihihihihi
Tak perlu di pusing-pusing nyari jodoh mas bro / mbak bro .. hehehehe ..
Berdoalah semoga ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA menemukan jodoh yang terbaik bagi anda yang sedang jomblo ...
Nah buat lah fb gunakan sarana mencari ilmu pengetahuaan ... karena ilmu itu perlu ..
Mengapa perlu ?? nah itu buat bekal hidup nanti .. orang tanpa iman & ilmu pengetahuan
Maka .. hancurlah untuk menjalin rumah tangga / hancurlah rumah mu surga ku
Kalau kita tidak berbekal dan mempertebal iman / ilmu pengetahuaan
Jadi bagi yang belum mendapat jodoh harus bersabar ... terus belajar menjadi yang terbaik
Agar kelak bisa menjadi suami yang sholeh bagi istri dan keluarga
Agar kelak menjadi istri yang sholeh bagi suami dan keluarga ...
Menuju rumah mu surga ku ...
Yang engkau cintai selama ini ...
Belum pasti milik kita nanti ...
Maka usahlah hati untuk bersedih di kala dia bukan milik mu ...
Di kala dia melukai hati mu ...
Bersyukurlah atas ujian dan cobaan dari ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
Teryata ALLAH masih sayang dengan memberi cobaan kepada kita ....
InsyaAllah ...ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
Memberikan penganti yang lebih sholeh/sholehah kepada kita.
amiiiiiiiiiinnn....
jd teringat pesan dari orang teristimewaku.dadi wong sing gede sukure {jadi orang yang besar rasa sukurnya )
Sabtu, 30 Juli 2011
michael heart
Michael Heart – We Will Not Go Down (Song for Gaza)
Michael Heart – We Will Not Go Down (Song for Gaza) dipersembahkan oleh LirikLaguku.Net
fadilah shalat dluha
Shalat sunnat dhuha adalah merupakan ibadah yang dianjurkan oleh Allah Subhanahu wa Ta`ala dan Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam . Shalat sunnat ini dilakukan saat waktu dhuha,yaitu ketika saat matahari mulai naik, kira-kira dalam pandangan mata kita satu tombak, atau tujuh hasta sekitar 15 menit setelah terbitnya pukul tujuh pagi hingga waktu berakhirnya sekitar 5 menit sebelum shalat fardhu dzuhur pada saat mendeketati tengah-tengah di atas kepala kita. Jumlah raka'atnya, dari dua,empat,delapan, hingga duabelas raka'at.
Bila kita rutin menunaikan shalat dhuha maka banyak faedah yang terkadung didalamnya salah satunya adalah sedekah.Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa manusia diciptakan memiliki 360 ruas,dan terdapat berbagai kenikmatan yang tak dapat dihitung. Setiap ruang tulang ini memiliki tugas untuk bersedekah,
Sebagai rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan-Nya dan tugas ini mesti ditunaikan manusia pada setiap harinya. Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Pengasih dan Pemurah, melalui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Menjelaskan bahwa tugas bersedekah sebanyak 360 kali itu cukup tergantikan oleh Dua Raka’at Shalat Dhuha.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
“Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus disedekahkan untuk setiap ruas itu." Para sahabat bertanya, "Siapa yang kuat melaksanakan itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab, "Dahak yang di masjid itu lalu ditutupinya dengan tanah, atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah. Atau, sekiranya tidak dapat melakukan itu, cukuplah diganti dengan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Keutamaan Shalat Sunnat Dhuha
Hadits Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam yang menjelaskan tentang keutamaan shalat sunnat dhuha, di antaranya :
1.Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :
“Setiap salah seorang di antara kamu memasuki pagi harinya,pada pada setiap ruas tulangnya ada peluang sedekah,setiap ucapan Tasbih (SubhanALLAH) adalah sedekah,setiap Hamdalah (Ucapan Alhamdulillah) adalah sedekah,setiap Tahlil (Ucapan La Ilaha Illallah) adalah sedekah,setiap Takbir (Ucapan Allahu Akbar) adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah,nahi mungkar adalah sedekah,semua itu cukup tergantikan dengan dua rakaat dhuha.”(H.R. Muslim).
2. Ghanimah (Keuntungan) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash Radhiyallahu `Anhuma, ia berkata:
“Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam mengirim sebuah pasukan perang.
Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.
Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).
Lalu Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”
Mereka menjawab; “Ya!
Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)
3. Sebuah rumah di surga
Bagi yang rajin menunaikan shalat dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam :
“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)
4. Memperoleh ganjaran di sore hari
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda di dalam Hadists Qudsi,“Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, AKU akan mencukupi kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim dan Thabrani)
5. Pahala Umrah dan Haji
Shalat sunnat dhuha yang merupakan bagian dari “haji dan umrah” yang sempurna. Bukan haji dan umrah dalam arti pergi ke Mekah, akan tetapi, pahala haji dan umrah.Sebagaimana Hadist Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam dibawah :
Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :
“Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah,lalu duduk dzkir kepada Allah Subhanu wa Ta’ala ’hingga terbit matahari,kemudian shalat dhuha dua rakaat,maka untuknya pahala haji dan umrah,sempurna,sempurna,sempurna .” (Hadits Hasan, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, lihat Shahih wa Dha’if Sunan At-Tirmidzi, Hadits no. 586)
Dalam Sebuah Hadist lain disebutkan Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :
“Dari Abu Umamah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).
6. Shalat Dhuha adalah salah satu dari tiga Wasiat Rasulullah kepada Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.
“Dari Abu Hurairah Raddhiyallahu Anhu Berkata, “Kekasihku (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) Berwasiat kepadaku dengan tiga hal, dan Aku tidak akan meninggalkannya sehingga aku mati; berpuasa/shaum tiga hari setiap bulan, melakukan shalat Dhuha dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” (Hadits muttafaqun ‘alaih, lihat Bukhari [1107, 1845], Muslim [1182])
7. Ampunan Dosa
Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR. At Tirmidzi)
Dalam hadist yang lain dikatakan,“Barangsiapa yang masih berdiam diri di mesjid atau tempat shalatnya setelah shubuh karena melakukan I’tikaf, berdzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun bnyaknya melebihi buih di lautan.”(HR. Abu Dawud)
Cara Pelaksanaan Shalat Sunnat Dhuha
Shalat dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan secara Munfarid ( tidak berjamaah ), caranya sebagai berikut:
a.Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram”
b .Membaca doa Iftitah
c. Membaca surat Al Fatihah
d. Membaca satu surat didalam Alquran.Afdhalnya rakaat pertama surat Asysyams dan rakaat kedua surat Allail
e. Ruku’ dan membaca bacaanya
f. I’tidal dan membaca bacaanya
g. Sujud pertama dan membaca bacaanya
h. Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
i. Sujud kedua dan membaca bacaanya
j. Setelah rakaat pertama selesai, dilakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.
Dengan mengenal fadhilah dan keutamaan shalat sunnat dhuha diatas, semoga menjadi pedoman kita semua, untuk setiap saat menyempatkan waktu untuk melaksanakan shalat sunnat dhuha,maka Ibadah dan usaha adalah jawabannya. Maka marilah kita bersama-sama merawat dan senantiasa mendirikan shalat sunat ini, dengan niat karna Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah Subhanau wa Ta’ala,Mudah-mudahan manfaat buat kita semua, yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Semoga pula Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kepada kita semua pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahuma AAmiin.*(refrensi dari berbagai sumber)*.
Bila kita rutin menunaikan shalat dhuha maka banyak faedah yang terkadung didalamnya salah satunya adalah sedekah.Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa manusia diciptakan memiliki 360 ruas,dan terdapat berbagai kenikmatan yang tak dapat dihitung. Setiap ruang tulang ini memiliki tugas untuk bersedekah,
Sebagai rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan-Nya dan tugas ini mesti ditunaikan manusia pada setiap harinya. Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Pengasih dan Pemurah, melalui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Menjelaskan bahwa tugas bersedekah sebanyak 360 kali itu cukup tergantikan oleh Dua Raka’at Shalat Dhuha.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
“Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus disedekahkan untuk setiap ruas itu." Para sahabat bertanya, "Siapa yang kuat melaksanakan itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab, "Dahak yang di masjid itu lalu ditutupinya dengan tanah, atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah. Atau, sekiranya tidak dapat melakukan itu, cukuplah diganti dengan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Keutamaan Shalat Sunnat Dhuha
Hadits Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam yang menjelaskan tentang keutamaan shalat sunnat dhuha, di antaranya :
1.Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :
“Setiap salah seorang di antara kamu memasuki pagi harinya,pada pada setiap ruas tulangnya ada peluang sedekah,setiap ucapan Tasbih (SubhanALLAH) adalah sedekah,setiap Hamdalah (Ucapan Alhamdulillah) adalah sedekah,setiap Tahlil (Ucapan La Ilaha Illallah) adalah sedekah,setiap Takbir (Ucapan Allahu Akbar) adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah,nahi mungkar adalah sedekah,semua itu cukup tergantikan dengan dua rakaat dhuha.”(H.R. Muslim).
2. Ghanimah (Keuntungan) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash Radhiyallahu `Anhuma, ia berkata:
“Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam mengirim sebuah pasukan perang.
Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.
Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).
Lalu Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”
Mereka menjawab; “Ya!
Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)
3. Sebuah rumah di surga
Bagi yang rajin menunaikan shalat dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam :
“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)
4. Memperoleh ganjaran di sore hari
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda di dalam Hadists Qudsi,“Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, AKU akan mencukupi kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim dan Thabrani)
5. Pahala Umrah dan Haji
Shalat sunnat dhuha yang merupakan bagian dari “haji dan umrah” yang sempurna. Bukan haji dan umrah dalam arti pergi ke Mekah, akan tetapi, pahala haji dan umrah.Sebagaimana Hadist Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam dibawah :
Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :
“Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah,lalu duduk dzkir kepada Allah Subhanu wa Ta’ala ’hingga terbit matahari,kemudian shalat dhuha dua rakaat,maka untuknya pahala haji dan umrah,sempurna,sempurna,sempurna .” (Hadits Hasan, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, lihat Shahih wa Dha’if Sunan At-Tirmidzi, Hadits no. 586)
Dalam Sebuah Hadist lain disebutkan Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :
“Dari Abu Umamah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).
6. Shalat Dhuha adalah salah satu dari tiga Wasiat Rasulullah kepada Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.
“Dari Abu Hurairah Raddhiyallahu Anhu Berkata, “Kekasihku (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) Berwasiat kepadaku dengan tiga hal, dan Aku tidak akan meninggalkannya sehingga aku mati; berpuasa/shaum tiga hari setiap bulan, melakukan shalat Dhuha dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” (Hadits muttafaqun ‘alaih, lihat Bukhari [1107, 1845], Muslim [1182])
7. Ampunan Dosa
Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR. At Tirmidzi)
Dalam hadist yang lain dikatakan,“Barangsiapa yang masih berdiam diri di mesjid atau tempat shalatnya setelah shubuh karena melakukan I’tikaf, berdzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun bnyaknya melebihi buih di lautan.”(HR. Abu Dawud)
Cara Pelaksanaan Shalat Sunnat Dhuha
Shalat dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan secara Munfarid ( tidak berjamaah ), caranya sebagai berikut:
a.Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram”
b .Membaca doa Iftitah
c. Membaca surat Al Fatihah
d. Membaca satu surat didalam Alquran.Afdhalnya rakaat pertama surat Asysyams dan rakaat kedua surat Allail
e. Ruku’ dan membaca bacaanya
f. I’tidal dan membaca bacaanya
g. Sujud pertama dan membaca bacaanya
h. Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
i. Sujud kedua dan membaca bacaanya
j. Setelah rakaat pertama selesai, dilakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.
Dengan mengenal fadhilah dan keutamaan shalat sunnat dhuha diatas, semoga menjadi pedoman kita semua, untuk setiap saat menyempatkan waktu untuk melaksanakan shalat sunnat dhuha,maka Ibadah dan usaha adalah jawabannya. Maka marilah kita bersama-sama merawat dan senantiasa mendirikan shalat sunat ini, dengan niat karna Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah Subhanau wa Ta’ala,Mudah-mudahan manfaat buat kita semua, yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Semoga pula Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kepada kita semua pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahuma AAmiin.*(refrensi dari berbagai sumber)*.
Sebelum enkau halal bagiku
Allahumma baariklanaa di Rajab wa Sya'ban Wa Ballighna Ramadhan",Semoga Allah memberkahi kehidupan kita dibulan-bulan ini untuk berjumpa Ramadhan,Dengan segenap kesiapan ruhiyah, fikriyah,jasadiyah,maliyah dan satukan barisan raih takwa & sambut kemenangan dakwah, Intanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdamakum.
`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.
Sesuatu akan indah pada waktunya
Tahukah anda bahwa sesuatu itu akan indah pada waktunya? pohon akan berbuah setelah kita tanam bertahun-tahun dan itu akan kelihatan indah, bunga akan mekar disuatu saat dan itu juga sebuah keindahan meski kita harus sabar menunggunya berbunga. Tapi terkadang kita tidak sabar menunggu, kita ingin semuanya sesuai keinginan kita.
Tahukah anda bahwa kebahagian bukan saat kita memiliki sesuatu, tapi kebahagian itu terletak pada saat proses kita mendapatkan sesuatu.Hidup hanyalah sebuah proses, semua akan datang silih berganti, sedih, bahagia, suka dan duka adalah hal yang sama. kesedihan bisa berganti bahagia dan bahagia bisa berganti sedih. tergantung kita menyikapi, andai kita menghadapi sebuah musibah yang mungkin menurut orang lain itu sebuah kesedihan sementara kita merasa itu sebuah kebahagian karena kita melihatnya dari kacamata iman memang itulah kebahagian.
Dalam hidup kita akan menemui banyak hal, kadang kita mencintai seseorang, atau bahkan dicintai seseorang.kita harus menyadari bahwa Mencintai dan Keinginan untuk memiliki adalah dua hal yang berbeda. Cinta bisa menjadi indah apabila kita menempatkan pada orang yang tepat dan akan menjadi musibah jika kita memaksakan untuk memiliki.carilah posisi yang aman di mana kita mencintai sekaligus dicintai. Mungkin butuh waktu... tapi yakinlah jika kita sabar...sabar... dan sabar semua akan indah pada waktunya.Diwaktu menangis kita memejamkan mata, disaat tertawa kita kadang memejamkan mata.Jika kita disuruh membayangkan sesuatu pasti orang akan bilang "pejamkan mata anda!" saat kita tidur dan bermimpi pun mata kita terpejam, kenapa??? tahukah anda bahwa sesuatu yang indah itu tidak terlihat.Jadi dibalik sesuatu kejadian pasti ada hikmah cuma kadang kita tidak bisa melihat hikmah itu.jika kita tahu dan sudah melihat hikmah itu maka baru kita merasa bahwa sesuatu itu akan indah pada waktunya.Allah tidak pernah menciptakan sesuatu kejadian dengan sia-sia. Jika kita sabar dan ikhlas menerima semua itu pasti kita akan diberi yang terbaik.Terbaik dimata manusia belum tentu terbaik dimata Allah.
Saat ini aku sangat bahagia, mudah-mudahan ini suatu bentuk kasih sayang Allah kepadaku, mudah-mudahan ini buah dari penantian dan kesabaran,obat dari segala penyakit,pengganti dari tetes air mataku dan jawaban dari sebuah doa.Saat hatiku sedih saat itu juga kebahagiaan datang menyertainya.Betapa semua ini tidak pernah terpikir,betapa aku tidak pernah bertanya tapi saat ini aku menemukan jawabannya.dan aku menyadari bahwa sesuatu itu akan indah pada waktunya... semoga aku tidak salah memilih dan tidak salah dalam memutuskan.Aku hanya mohon perlindungan dari Allah, sambil berdendang "Allah cinta telah tumbuh karenaMu, Allah cinta telah hadir karenaMu.Satukan...eratkan... hanya karenaMu...
Selengkapnya Kunjungi Blog kami SEHB http://andikaalbanjariiiyahoocom.blogspot.com/
♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥
`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.
Sesuatu akan indah pada waktunya
Tahukah anda bahwa sesuatu itu akan indah pada waktunya? pohon akan berbuah setelah kita tanam bertahun-tahun dan itu akan kelihatan indah, bunga akan mekar disuatu saat dan itu juga sebuah keindahan meski kita harus sabar menunggunya berbunga. Tapi terkadang kita tidak sabar menunggu, kita ingin semuanya sesuai keinginan kita.
Tahukah anda bahwa kebahagian bukan saat kita memiliki sesuatu, tapi kebahagian itu terletak pada saat proses kita mendapatkan sesuatu.Hidup hanyalah sebuah proses, semua akan datang silih berganti, sedih, bahagia, suka dan duka adalah hal yang sama. kesedihan bisa berganti bahagia dan bahagia bisa berganti sedih. tergantung kita menyikapi, andai kita menghadapi sebuah musibah yang mungkin menurut orang lain itu sebuah kesedihan sementara kita merasa itu sebuah kebahagian karena kita melihatnya dari kacamata iman memang itulah kebahagian.
Dalam hidup kita akan menemui banyak hal, kadang kita mencintai seseorang, atau bahkan dicintai seseorang.kita harus menyadari bahwa Mencintai dan Keinginan untuk memiliki adalah dua hal yang berbeda. Cinta bisa menjadi indah apabila kita menempatkan pada orang yang tepat dan akan menjadi musibah jika kita memaksakan untuk memiliki.carilah posisi yang aman di mana kita mencintai sekaligus dicintai. Mungkin butuh waktu... tapi yakinlah jika kita sabar...sabar... dan sabar semua akan indah pada waktunya.Diwaktu menangis kita memejamkan mata, disaat tertawa kita kadang memejamkan mata.Jika kita disuruh membayangkan sesuatu pasti orang akan bilang "pejamkan mata anda!" saat kita tidur dan bermimpi pun mata kita terpejam, kenapa??? tahukah anda bahwa sesuatu yang indah itu tidak terlihat.Jadi dibalik sesuatu kejadian pasti ada hikmah cuma kadang kita tidak bisa melihat hikmah itu.jika kita tahu dan sudah melihat hikmah itu maka baru kita merasa bahwa sesuatu itu akan indah pada waktunya.Allah tidak pernah menciptakan sesuatu kejadian dengan sia-sia. Jika kita sabar dan ikhlas menerima semua itu pasti kita akan diberi yang terbaik.Terbaik dimata manusia belum tentu terbaik dimata Allah.
Saat ini aku sangat bahagia, mudah-mudahan ini suatu bentuk kasih sayang Allah kepadaku, mudah-mudahan ini buah dari penantian dan kesabaran,obat dari segala penyakit,pengganti dari tetes air mataku dan jawaban dari sebuah doa.Saat hatiku sedih saat itu juga kebahagiaan datang menyertainya.Betapa semua ini tidak pernah terpikir,betapa aku tidak pernah bertanya tapi saat ini aku menemukan jawabannya.dan aku menyadari bahwa sesuatu itu akan indah pada waktunya... semoga aku tidak salah memilih dan tidak salah dalam memutuskan.Aku hanya mohon perlindungan dari Allah, sambil berdendang "Allah cinta telah tumbuh karenaMu, Allah cinta telah hadir karenaMu.Satukan...eratkan... hanya karenaMu...
Selengkapnya Kunjungi Blog kami SEHB http://andikaalbanjariiiyahoocom.blogspot.com/
♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥
Kamis, 28 Juli 2011
bahtera di ujung dermaga
Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM .
Minggu pagi itu, seperti biasa Ellayyin sedang duduk-duduk di gazebo tepi taman dekat rumahnya sembari membaca sebuah buku berjudul “ Laa Tahzan-jangan bersedih”, kesukaannya. Ketika larut dalam membaca buku tersebut, tiba-tiba ia dikagetkan oleh kedatangan seorang ikhwan (baca : lelaki) yang belum sama sekali dikenalnya. Lelaki dengan penampilannya yang sok gaul itu memandang lurus ke wajah Ellayyin dengan tangan terlipat di atas meja, tempat Ellayyin membaca buku.
“Ma’af… ada apa ya? Apa aku mengenalmu ?” diletakkan Ellayyin gelas berisi jus alpukat itu ke meja, sembari berpindah tempat duduk agar jauh dari lelaki asing itu.
“Belum.” Jawab yang ditanya tenang, menebar senyuman.
“Lalu maumu apa?”
“Kenalan sama kamu. Mungkin bisa dilanjutkan ke taraf yang lain.”
“Apa maksudmu? Dan kenapa aku harus mengenalmu?” Ellayyin tidak suka dengan sikap lelaki itu dan merasa harus memperlihatkan reaksi sejujurnya.
“ Aku bisa memberi sesuatu yang selama ini kau cari.”
“Oya? Memangnya kau tau?”
“Cinta itu anugerah. Kita tidak bisa memilih kepada siapa anugerah itu dijatuhkan. Begitu pula dengan apa yang sekarang kita rasakan, rasa cinta yang begitu tulus menyatukan kita dalam satu hati… “
“Aku nggak ngerti, maksudmu apa?” jawab Ellayyin sekenanya.
“Nggak ada maksud sayaang….”
“WHAT??? Who are you ?”
“Okey, let me introduce my self, I’m Tony.” Dijulurkannya tangan kanannya sebagai tanda ingin bersalaman.
“Hah??? Tony siapa?” jawab Ellayyin kaget sampai buku yang dibacanya dari tadi, terjatuh. Segera Ellayyin dan lelaki yang bernama Tony itu mengambil buku tersebut secara bersamaan. Ellayyin yang begitu kaget dan tak percaya ketika lelaki itu menyebutkan namanya, dibuat salting sampai tidak menghiraukan niat lelaki itu ketika ia ingin bersalaman dengannya, sehingga dengan sengaja atau tidak, tangan lelaki itu memegang tangan Ellayyin.
“Ma’af…“ Ellayyin berusaha melepaskan genggaman tangan Tony yang begitu erat.
“Ellayyin Nur Fathimah… apakah kau tak mengenalku?”
“Ku rasa tidak, .. hmm, ma’af aku ada urusan.” Dimasukkan buku berjudul Laa Tahzan-jangan bersedih itu ke dalam tas ranselnya. Dan dengan segera, Ellayyin pergi meninggalkan Tony tanpa pikir panjang.
“Aku Tony Pratama, hunn…. Aku pacarmu” Teriak lelaki itu ketika tau Ellayyin mulai jauh dari dirinya.
“Hunn? Apa maksudnya? Lho apakah dia Tony pacarku di dunia maya itu? Kok aku nggak mengenalnya sih…. Haduuh, kenapa dia ada disini? Bagaimana dia tahu kalau aku ada di tempat ini?” Gumam Ellayyin dengan beribu pertanyaan dalam batinnya.
Yah, ia memang begitu shock dengan kenyataan yang harus dihadapinya saat ini. Bagaimana tidak, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, tiba – tiba Tony, lelaki yang selama 3 bulan ini begitu istimewa di hati Ellayyin, tiba-tiba muncul di dunia nyata, bahkan dihadapannya saat itu. Yah, Tony adalah pacar Ellayyin. Ia adalah seorang mahasiswa berprestasi di Uneversitas Islam Indonesia (UII). Mereka berdua dipertemukan lewat fasilitas dunia maya, yaitu berawal dari teman di facebook lalu berkomunikasi hampir setiap hari melalui handphone, mereka pun sudah saling tahu karakter dan fisik masing-masing, hingga akhirnya selama kurang lebih 8 bulan masa PDKT ( baca: pendekatan) , mereka berdua resmi berpacaran, tepat pada saat pembukaan piala dunia 2010, yaitu 11 Juni 2010, Tony menyatakan cintanya kepada Ellayyin.
Cinta yang hakiki ialah cinta oleh akal dan hati…..bukan karena iman… wah hebat ya??? Tanpa melihat atau berjumpa, ia sudah bertaut dan dapat dirasa karena bersatu adalah hati, bukannya fizikal.
Kereta diciptakan dengan kuasa untuk bergerak, tetapi pergerakannya perlu diatur dan dikawal. Begitulah cinta, ia adalah kuasa, tetapi kuasa itu memerlukan peraturan dan kawalan. Sebagaimana jasad memerlukan makanan, begitu juga halnya dengan jiwa yang memerlukan cinta. Allah menciptakan naluri tersebut (Harizah Nau’ ) karena ingin menyelamatkan, membahagiakan dan menentramkan jiwa manusia. Tetapi cinta sekarang banyak meruntuhkan arti kemanusiaan itu sendiri. Bukannya menyelamatkan, tetapi merusakkan.
Hukum cinta perlu dipatuhi agar maksud penciptaanya tercapai. Cintailah sesiapapun, asalkan cinta itu dapat memberi lorong yang sebaik-baiknya untuk terus mencintai Allah. Cinta itu harus dibina diatas dasar cinta kepada Allah. Sebagai bukti, kita akan mendahulukan kehendak kecintaan kita kepada Allah melebihi kehendak kecintaan kita kepada yang lain.
Ellayyin yang sedari tadi terdiam, tampak beribu pertanyaan mengelilinginya, memaksanya untuk segera menjawab sampai tuntas, ia terlihat bimbang. Dan tiba – tiba…
“Assalamu’alaykum…”
“Wa’alaykumussalam, ” jawab Ellayyin sembari membalikkan badan, menghadap ke arah orang yang mengucap salam itu.
“Akhirnya, senang bertemu denganmu… ” Seseorang itu menatap tajam wajah Ellayyin hingga ia terdiam tertunduk. Dia adalah Tony
“Tony “
“Iya hunn, Alhamdulillah sadar juga ini anak,”
“Kenapa nggak bilang-bilang sih… kalau mau ketemu aku? Tanya Ellayyin jengkel.
“Pengen kasih kamu surprise aja, kenapa?” Tony meraih tangan Ellayyin, mengajaknya duduk di gazebo tadi.
“Hmm… ya kaget aja, tiba-tiba kamu nongol aja di depanku… hehe.”
Jawab Ellayyin mulai santai dan segera melepaskan genggaman tangan Tony.
“Hunn…” Tony tersenyum nakal, sambil kedua matanya melirik-lirik ke arah Ellayyin.
“Apa??? Kangen yaa? Hehe…” Ellayyin menggoda.
“Iya, kangeeeen bangeetzzz… kok tau sih?” Pandangan Tony sama sekali tak terlepas dari tatapan tajamnya ke mata Ellayyin.
Yah, cinta memang dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat. Bahkan, sampai ada pepatah yang mengatakan, kalau cinta sudah melekat, tai kucing rasa coklat. Oleh karena itu, tak heran jikalau banyak pasangan dua sejoli yang sedang dimabuk cinta begitu asyik saling memadu kasih, seolah tidak ada yang melihat dan memperhatikan mereka, mereka lupa bahwasanya ALLAH Maha Melihat lagi Maha Mengetahui, termasuk pula apa yang ada di dalam hati kita.
Oleh karena hal itu akan mendorongnya kepada perbuatan yang diharamkan, sebagaimana firman Allah swt
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ
Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya…” (QS. An Nuur : 30).
“Eh, jangan ngeliatin aku kayak gitu ,.. aku kan malu… diliatin orang lho…”
“Ah biarin, bodoh amat hunn…” Jawab Tony cuek sambil terus memandang wajah Ellayyin.
Sedangkan Ellayyin sedari tadi selalu berusaha memalingkan wajahnya agar Tony tak memandangi dirinya terus, karena ia begitu risih terhadap kelakuan Tony kepadanya itu.
“Oh iya, by the way… ini ta rencana pean? tiga hari cuekin aku, eh taunya pean bikin surprise. Sempat aku pikir pean marah sama aku gara-gara statusku di fb yang banyak dikomentari cowok-cowok itu.”
“Hehe iya… dan soal fb, aku nggak marah kok hunn, cuma nggak suka aja. Aku cemburu, aku takut kamu berpaling dari ku… “Tony tampak serius. Yah, selama mereka berpacaran, Tony begitu menyayangi Ellayyin, ia begitu perhatian dan penuh kasih sayang. Sebisa mungkin ia selalu ingin membuat Ellayyin bangga terhadap dirinya, agar Ellayyin tetap awet bersama dirinya.
Karena Ellayyin begitu berharga bagi Tony, entah mengapa ia selalu ingin membuat Ellayyin tersenyum dan tegar dalam menjalankan aktivitas Ellayyin sebagai “ pengemban dakwah “. Hmm,, pembca psti lg mikir ne? “pengemban dakwah” kok pacaran?? Udah,, disimak aja dulu,, :D
Sebenarnya, Ellayyin adalah salah satu pelajar yang tergabung dalam organisasi kerohanian Islam dalam HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Walaupun statusnya masih pelajar SMA serta ia baru saja bergabung dalam HTI, namun ia begitu terkenal dengan kemahirannya dalam berbicara, berdiskusi, bahkan berdebat tentang pengetahuan ilmu-ilmu fiqih Islam. Namun sayang, Ellayyin tidak bisa mengendalikan musuh utama yang ada pada diri setiap manusia, dia adalah hawa nafsu.
Yah, walau sebenarnya ia telah mengetahui seperti apa yang Imam Bukhori pernah katakan bahwa zina tidak hanya terbatas pada apa yang dilakukan oleh kemaluan seseorang saja. Namun zina bisa dilakukan dengan mata melalui pandangan dan penglihatannya kepada sesuatu yang tidak dihalalkan, zina bisa dilakukan dengan lisannya dengan membicarakan hal-hal yang tidak benar dan zina juga bisa dilakukan dengan tangannya berupa menyentuh, memegang sesuatu yang diharamkan.
“Nggak lah Tony … aku nggak akan ngelakuin itu, tenang aja.. ” tangan Ellayyin memegang bahu Tony dan kemudian diletakkan kepalanya ke bahu pacarnya itu.
“Tapi hunn… aku pengen jujur sama kamu, sebenarnya pertanyaan ini sudah muncul sejak pertama kali aku mulai mencintaimu. Plis jawab jujur ya…” Tampak wajah Tony begitu serius.
“Iya, emangnya ada apa sih ki? Serius amat…” Ellayyin mulai merasakan ketidaknyamanan bersandar di bahu Tony, sehingga ditegapkan kembali badannya, dan duduk disebelah Tony.
“Sebenarnya kamu tau nggak hukumnya pacaran dalam Islam itu gimana.. ?”
“Ohh… soal itu. Ya tau kok…”
“Terus?”
“Apa?”
“Ya bagaimana dengan kita hunn?”
“Untuk saat ini aku sangat membutuhkanmu,.. jujur aku nggak bisa kalau tanpa kamu…” Ellayyin tertunduk, tampak matanya berkaca-kaca…
“Kamu nangis? Sudahlah…” Tony mencoba menenangkan kekasih hatinya itu.
“Aku bingung ki… bingung banget… . Sebenarnya pertanyaan seperti itu juga sering mampir di fikiranku ki…tapi…….” Kini Ellayyin benar-benar tak bisa membendung air matanya, ia menangis di pelukan Tony.
“Terima kasih ya, selama ini kau telah menjadi seseorang yang sangat berharga dalam hidupku.” Tony mencoba melepas pelukan Ellayyin darix,,
“Sama-sama”
Tony mengambil sapu tangan dari tas nya dan dihapusnya sisa-sisa air mata yang masih membekas di pipi kekasih hatinya itu.
“Udahan ya nangisnya… cup cup cup.”
“Hehe. Apa’an sih? Aku kan bukan anak kecil !!!” Ellayyin tampak malu, ia mencubit tangan Tony.
“Eitz..jangan marah dong. Aku kan cuma bercanda.”
“HUUFFTT..” Ellayyin menghela nafas panjang, dan ia duduk membelakangi Tony.
“Ini buat kamu…” Tony beranjak dari tempat duduknya, menghadap Ellayyin dan dikeluarkannya dari balik tangannya sebuah benda terbungkus kado bergambar hati yang secara diam-diam ia ambil dari dalam tas. Ia sengaja mengalihkan pembicaraan yang membuat Ellayyin menangis sebelumnya.
“Apa ini ?” Tanya Ellayyin heran.
“Special something just for you.”
“Jangan dibuka disini ya… boleh dibuka setelah kamu sampai kamar.” Tony membisik ke telinga Ellayyin.
“Hla kenapa?”
“Sudahlah…”
“Oya hunn, nggak terasa udah 2 jam kita disini, dan sekarang udah mau dhuhur. Rencana aku mau ke rumah pakde sebelum dhuhur nih, aku balik ya… nggak papa kan?”
“Iya deh.. oh ya, makasi ya ki buat kenang-kenangannya… wah aku jadi ndak enak nih, ndak bisa ngasih apa-apa. Tony sih datangnya nggak bilang-bilang.”
“Halah, sudah lah hunn, bagiku aku bisa ketemu sama kamu aja itu sudah lebih dari cukup. Terima kasih ya atas semuanya… ”
“Nggeh, sami-sami mas… . Hati-hati ya, miss you.” Ellayyin menampakkan wajah cerianya, ia tampak begitu bahagia. Sampai – sampai ia tak menyadari bahwa 1 jam yang lalu, ia telah melewatkan acara kajian islam forum HTI, dekat rumahnya, yang selalu ia laksanakan setiap minggu pagi hingga sebelum dhuhur itu.
“Miss you too yank… ” Dijulurkannya tangan kanan Tony tepat di depan Ellayyin, Ellayyin pun menyambut tangan Tony begitu hangat dan lembut, kemudian diciumnya tangan Tony olehnya. Kemudian Tony pun perlahan pergi meninggalkan Ellayyin sendiri lagi seperti biasa di taman itu. Ia berjalan menuju sebuah motor keren yang diparkirnya tak jauh dari tempat mereka memadu kasih. Ellayyin terus memandang Tony, hingga akhirnya hanyalah bayangan yang disertai asap kendaraan motor Tony yang Ellayyin pandang. Tony telah pergi menuju ke rumah pakde nya yang berada di Perumahan Pondok Pinang-Sidoarjo.
Di tengah perjalanan, Tony mengingat-ingat bayangan kejadian ulang antara dirinya dengan kekasihnya itu. Ia tersenyum pahit. Di depan Ellayyin ia tampak begitu bahagia, namun sebenarnya perasaan Tony begitu tercabik – cabik, ia telah mengetahui dan mengazzamkan pada dirinya tentang hakekat cinta yang sesungguhnya. Yang ia lakukan dan yang ia katakan kepada Ellayyin tadi, sebenarnya hanyalah awal dari rencananya, bahwa ia ingin mengakhiri hubungan haramnya itu. Memang, Tony dan Ellayyin saling mencintai dan menyayangi satu sama lain. Mereka bagaikan kupu-kupu dan bunga yang selalu saling melengkapi satu sama lain. Namun, mereka berdua sama-sama dibesarkan dalam lingkungan pesantren. Yah, mereka adalah seorang ikhwan dan akhwat yang bisa dibilang sangat ta’at akan ajaran Islam. Kedua orang tua mereka masing-masing adalah termasuk orang-orang yang aktif terlibat di dalam suatu majelis Islam. Dan salah satu dari mereka, yaitu Tony telah diberi petunjuk oleh Allah bahwa yang selama ini mereka lakukan adalah salah, adalah haram dan merendahkan martabat mereka sebagai muslim dan muslimah.
“Alhamdulillah… terima kasih ya Allah ” Ucap Ellayyin dalam hati. Bergegas dilangkahkan kedua kakinya menuju rumah, dengan dibawanya dan terus dipandanginya kado special pemberian kekasih hatinya itu sambil terus ia pancarkan wajah penuh suka dan terkadang tersipu malu ketika mengingat – ingat ia telah memeluk Tony.
Sesampainya di kamar, Ellayyin teringat bahwa dirinya telah lupa menghadiri kajian Islam yang rutin ia datangi setiap minggunya, bergegas diambilnya handphone dari tas yang masih dibawanya dan diletakkannya kado special dari Tony ke dalam laci meja belajarnya.
“Astaghfirulloh… 5 sms dan 2 panggilan tidak terjawab dari ukhty dina… haduuh, aku harus alasan apa nih…” Ellayyin tampak kebingungan, sesaat kemudian ia memutuskan untuk membalas sms dari ustadzahnya itu. Dengan perasaan bersalah, ia beralasan bahwa tadi ada acara mendadak, sampai-sampai ia tak sempat untuk memberitahu pembinanya tersebut.
Tiga puluh menit berlalu, Tony sudah sampai di rumah pakdenya, dan ditunaikannya shalat dhuhur berjama’ah bersama keluarga pakde Tony. Begitu pula dengan Ellayyin, ia pun sedang melaksanakan shalat dhuhur berjama’ah dengan keluarganya seperti biasa. Setelah selesai shalat, Tony bergegas ke ruang makan, untuk makan siang bersama, kemudian ia beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa letih dan capek yang ia rasakan.
Berbeda dengan Ellayyin, setelah selesai shalat, ia begitu bersemangat menuju kamar, ia begitu penasaran terhadap kado yang diberikan Tony kepadanya. Ia membukanya dengan perlahan. Ellayyin terkejut. Ternyata yang ia pikir salah. Tony tidak memberinya cincin atau sebuah kalung dengan berisi fotonya dengan Tony. Ellayyin terdiam terpaku.
“Sebuah buku??? Maksudnya apa?” Ellayyin berpikir panjang, ia tak habis pikir, mengapa Tony memberikannya sebuah buku berjudul “ Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan” ?...
Dengan perasaan bingung dan agak kecewa, Ellayyin membuka-buka buku itu, hingga ia menemukan secarik kertas putih, nampaknya itu adalah surat dari Tony. Ellayyin memunculkan senyum manisnya kembali.
“Alhamdulillah, ternyata Tony romantis juga… hehe.” Dibukanya surat tersebut oleh Ellayyin dengan perasaan berbunga-bunga. Yah, ia mengira surat itu adalah surat cinta dari kekasih hatinya. Dan ia salah untuk kedua kalinya. Karena surat tersebut berisi…
Syukur pada Allah yang masih mengkaruniakan nafas padaku dan padamu,
Hunn, ma’afkan aku,
Tolong baca surat ku ini tanpa sedikit pun engkau memberi komentar ya… tolong baca sampai selesai, baru kau boleh berkomentar.
Bismillahirrahmaanirrahiim…
Ukhti…. rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik dan lebih segalanya darimu. Yang Tidak Pernah Mengantuk dan Tidak Pernah Tidur. Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan denganku disepertiga malam terakhir. Yang siap Memberi apa yang kupinta. Dia yang Bertakhta, Berkuasa dan Memiliki Segalanya.
Maaf Ukhti , tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding dengan Dia. Kau sangat lemah, kecil dan kerdil dihadapanNya. Dia berbuat apa saja sekehendakNYA kepadamu. Dan Ukhti, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya cemburu.
Aku takut hubungan kita selama ini membuatNya murka. Padahal, Dia Maha Kuasa, Maha Gagah, Maha Perkasa, dan Maha Keras SiksaNya.
Ukhti, belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti ditanyakan olehNya. Dia bisa marah, Ukhti. Marah tentang saling pandang memandang yang pernah kita lakukan, marah kerana setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena pernah ketetapanNya aku adukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayangkan-bayangkan wajahmu. Dia bisa marah.
Tapi sekali lagi, semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, karena Dia Maha Memaafkan dan Mengampuni.
Ukhti.. , Dia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.
Ukhti, jangan marah ya. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku hanya padaNya, tidak pada selainNya. Tapi tidak cuma aku, Ukhti. Kau pun bisa menjadi kekasihNya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. InsyaAllah. Dia punya rencana yang lebih indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang lelaki sholeh.
Ya, lelaki sholeh yang pasti jauh lebih baik dari diriku saat ini, seorang lelaki yang akan membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridho Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Inilah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, Ukhti.
Ukhti, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi,aku akan tetap menghormatimu sebagai saudariku dijalan Allah. Ya, saudari dijalan Allah, Ukhti. Itulah ikatan terbaik. Tidak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin didunia. Tidak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah ditelaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku… AAMIIIN
Maaf Ukhti, tidak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini merusakkan hati. Goresan pena terakhirku disurat ini adalah doa keselamatan dunia dan akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita ini, insyaAllah.
Kata-kata diatas itu aku copy-paste dari group “Ikhwan-Akhwat anti pacaran”. Group tersebut sangat bagus teman, jika kau berkenan, silahkan bergabung . SEMOGA KAU MENGERTI APA MAKSUDKU DAN KEINGINANKU. AKU MASIH MENCINTAIMU, TAPI AKU LEBIH MENCINTAI ALLAH, DAN AKU SANGAT LEBIH TAKUT KEPADANYA. Ellayyin… aku yakin kau kini sedang tersenyum, karena sesungguhnya kau adalah muslimah yang sholehah, imanmu begitu kuat, namun sayang kau mau terjebak kala aku menginginkanmu menjadi kekasih ku.
Ma’afkan aku yang mungkin terlambat menyadari keputusan indah ini. Ku harap, setelah ini hubungan silahturahmi kita tetap tersambung, dan yang pasti KINI kita adalah teman, tidak lebih. ..!!!
Syukron katsiron ya Ukhty fillah … semoga kau selalu terjaga oleh penjagaan Allah Yang jauh lebih SEMPURNA dari penjagaanku…AAMIIN
Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
Barakallahufikum,
Ellayyin tak bisa berkata apa-apa, air matanya terus mengalir dari wajah cantiknya. Ia begitu down hingga tiba-tiba ia tertidur.
Dua jam berlalu, Umi Ellayyin membangunkannya dari tidur lelapnya. Beliau meminta Ellayyin untuk segera mengambil air wudhu, lalu kemudian melaksanakan shalat ashar berjama’ah. Dengan mata agak tertutup, tanda bahwa Ellayyin masih mengantuk, ia berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu, lalu ia tunaikan shalat ashar berjama’ah bersama keluarga.
Dalam shalatnya, Ellayyin teringat akan Tony. Sehingga bisa dipastikan shalatnya tidak khusyu’. Yah, Ellayyin terus membayangkan wajah mantan “pemilik hatinya” itu, hingga sampai pada penghujung do’a-do’anya. Dia tambahkan sebuah do’a ke dalam deret panjang do’a-do’a yang selalu dibacanya sehabis shalat.
“Ya Allah, Maha Penguasa Cinta, Ridho’i lah kami, pertemukan kami hingga sampai pada ujung dermaga cinta sejati dan berilah kami kemudahan untuk selalu beristhiqomah di jalanMU ya ALLAH… aamiiin ..”
Ellayyin bergegas menuju kamar, ia berniat ingin membalas surat dari saudaranya itu. Sehingga dibacanya kembali surat tersebut. Kali ini dengan penuh seksama. Tiap-tiap kata ia cerna dengan proses panjang. Setelah selesai, segera diambilnya buku catatan koleksi ilmu Pengetahuan tentang Islam.
Ellayyin dengan kecerdasannya mengolah kata-kata, dengan cepat ia berhasil membuat kata-kata ini.
๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑
Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Bukan Itu yg Ku mau…
diamku bukan karena bisu…
tak melihatmu bukan kumelupakanmu…
acuhkan kata-katamu bukan kutelah bosan padamu…
Sungguh!...karena kutakut salah niatku padamu..!!! :'))
pesan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: " jangan pernah kau menyalahkan cinta, tapi salahkan mereka yg menyalahgunakan cinta hingga berbuat dosa"
[astaghfirullaahu wa'atuubu ilaih]
Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya...
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya...
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu...
menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu...
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya...
karena mungkin saja orang yang kau cintai, adalah juga orang yang telah Allah Subhanahu Wata'ala benar-benar pilihkan untukmu...
Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali Radhiyallahu 'anhum? yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah...
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan...
kekuatan harapan, kekuatan impian, hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan dan impian itu menjadi nyata...
dan cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap dan berdo'a pada-Nya?
Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam... !!! Iyaa... biarkan... !!!
karena Allah Ta'alaa masih punya rencana dan 'hadiah terindah ' lain untukmu...
jika dia memang bukan milikmu, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang jauh lebih indah, dan orang yang tepat oleh Allah Subhanahu Wata'ala…
biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri...
dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu...
Allah Subhanahu Wata'ala Tata hatimu...
Sudahkah aku pantas untuk dia ? Benar-benar pantas...???
Biarkanlah jiwamu terbang bebas menjalani semua niatmu, yang terpenting, kita perlu berbaik sangka selalu pada Allah Ta'alaa...
Pasangan kita, adalah cerminan sosok yang hampir mirip dengan kita...
Cintamu pada orang yang kau cintai dan sayangi, titipkanlah...
Titipkanlah pada Allah Ta'alaa...
Sebab hanya Allah Ta'alaa yang Maha Menjaga...
dikala kau dan dia saling berjauhan...
dikala kau dan dia saling memendam rindu, ingin bertemu...
Allah menjaga dengan menenangkan hatimu melalui dzikir dan tadabbur...
Cintamu pada orang yang sungguh-sungguh kau sayangi, adalah milik-Nya...
DAN…
Nantikanlah cinta sejatimu di ujung dermaga nan indah itu… J
Walhamdulillaahirabbil'aalamiin,,
Wassalamu’alaykum warahmatullahiwabarakatuh. Barakallhufikum, J
๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑
Dan di sepertiga malam, Ellayyin dan Tony melaksanakan shalat tahajud di rumah masing-masing. Inilah kekuatan cinta, setelah selesai menunaikan shalat tahajud 4 raka’at, mereka berdo’a yang pada intinya sama – sama menginginkan kelak semoga ALLAH, mempertemukan dan menyatukan mereka dalam indahnya bahtera di ujung dermaga penantian …
Yah, semoga Ellayyin dan Tony kelak akan bersatu di bawah naungan pernikahan yang sah dan mereka dapat bersama-sama menyeru umat manusia untuk melakukan amar ma’ruf, nahi munkar. Aamiin…
SEKIAN
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM .
Minggu pagi itu, seperti biasa Ellayyin sedang duduk-duduk di gazebo tepi taman dekat rumahnya sembari membaca sebuah buku berjudul “ Laa Tahzan-jangan bersedih”, kesukaannya. Ketika larut dalam membaca buku tersebut, tiba-tiba ia dikagetkan oleh kedatangan seorang ikhwan (baca : lelaki) yang belum sama sekali dikenalnya. Lelaki dengan penampilannya yang sok gaul itu memandang lurus ke wajah Ellayyin dengan tangan terlipat di atas meja, tempat Ellayyin membaca buku.
“Ma’af… ada apa ya? Apa aku mengenalmu ?” diletakkan Ellayyin gelas berisi jus alpukat itu ke meja, sembari berpindah tempat duduk agar jauh dari lelaki asing itu.
“Belum.” Jawab yang ditanya tenang, menebar senyuman.
“Lalu maumu apa?”
“Kenalan sama kamu. Mungkin bisa dilanjutkan ke taraf yang lain.”
“Apa maksudmu? Dan kenapa aku harus mengenalmu?” Ellayyin tidak suka dengan sikap lelaki itu dan merasa harus memperlihatkan reaksi sejujurnya.
“ Aku bisa memberi sesuatu yang selama ini kau cari.”
“Oya? Memangnya kau tau?”
“Cinta itu anugerah. Kita tidak bisa memilih kepada siapa anugerah itu dijatuhkan. Begitu pula dengan apa yang sekarang kita rasakan, rasa cinta yang begitu tulus menyatukan kita dalam satu hati… “
“Aku nggak ngerti, maksudmu apa?” jawab Ellayyin sekenanya.
“Nggak ada maksud sayaang….”
“WHAT??? Who are you ?”
“Okey, let me introduce my self, I’m Tony.” Dijulurkannya tangan kanannya sebagai tanda ingin bersalaman.
“Hah??? Tony siapa?” jawab Ellayyin kaget sampai buku yang dibacanya dari tadi, terjatuh. Segera Ellayyin dan lelaki yang bernama Tony itu mengambil buku tersebut secara bersamaan. Ellayyin yang begitu kaget dan tak percaya ketika lelaki itu menyebutkan namanya, dibuat salting sampai tidak menghiraukan niat lelaki itu ketika ia ingin bersalaman dengannya, sehingga dengan sengaja atau tidak, tangan lelaki itu memegang tangan Ellayyin.
“Ma’af…“ Ellayyin berusaha melepaskan genggaman tangan Tony yang begitu erat.
“Ellayyin Nur Fathimah… apakah kau tak mengenalku?”
“Ku rasa tidak, .. hmm, ma’af aku ada urusan.” Dimasukkan buku berjudul Laa Tahzan-jangan bersedih itu ke dalam tas ranselnya. Dan dengan segera, Ellayyin pergi meninggalkan Tony tanpa pikir panjang.
“Aku Tony Pratama, hunn…. Aku pacarmu” Teriak lelaki itu ketika tau Ellayyin mulai jauh dari dirinya.
“Hunn? Apa maksudnya? Lho apakah dia Tony pacarku di dunia maya itu? Kok aku nggak mengenalnya sih…. Haduuh, kenapa dia ada disini? Bagaimana dia tahu kalau aku ada di tempat ini?” Gumam Ellayyin dengan beribu pertanyaan dalam batinnya.
Yah, ia memang begitu shock dengan kenyataan yang harus dihadapinya saat ini. Bagaimana tidak, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, tiba – tiba Tony, lelaki yang selama 3 bulan ini begitu istimewa di hati Ellayyin, tiba-tiba muncul di dunia nyata, bahkan dihadapannya saat itu. Yah, Tony adalah pacar Ellayyin. Ia adalah seorang mahasiswa berprestasi di Uneversitas Islam Indonesia (UII). Mereka berdua dipertemukan lewat fasilitas dunia maya, yaitu berawal dari teman di facebook lalu berkomunikasi hampir setiap hari melalui handphone, mereka pun sudah saling tahu karakter dan fisik masing-masing, hingga akhirnya selama kurang lebih 8 bulan masa PDKT ( baca: pendekatan) , mereka berdua resmi berpacaran, tepat pada saat pembukaan piala dunia 2010, yaitu 11 Juni 2010, Tony menyatakan cintanya kepada Ellayyin.
Cinta yang hakiki ialah cinta oleh akal dan hati…..bukan karena iman… wah hebat ya??? Tanpa melihat atau berjumpa, ia sudah bertaut dan dapat dirasa karena bersatu adalah hati, bukannya fizikal.
Kereta diciptakan dengan kuasa untuk bergerak, tetapi pergerakannya perlu diatur dan dikawal. Begitulah cinta, ia adalah kuasa, tetapi kuasa itu memerlukan peraturan dan kawalan. Sebagaimana jasad memerlukan makanan, begitu juga halnya dengan jiwa yang memerlukan cinta. Allah menciptakan naluri tersebut (Harizah Nau’ ) karena ingin menyelamatkan, membahagiakan dan menentramkan jiwa manusia. Tetapi cinta sekarang banyak meruntuhkan arti kemanusiaan itu sendiri. Bukannya menyelamatkan, tetapi merusakkan.
Hukum cinta perlu dipatuhi agar maksud penciptaanya tercapai. Cintailah sesiapapun, asalkan cinta itu dapat memberi lorong yang sebaik-baiknya untuk terus mencintai Allah. Cinta itu harus dibina diatas dasar cinta kepada Allah. Sebagai bukti, kita akan mendahulukan kehendak kecintaan kita kepada Allah melebihi kehendak kecintaan kita kepada yang lain.
Ellayyin yang sedari tadi terdiam, tampak beribu pertanyaan mengelilinginya, memaksanya untuk segera menjawab sampai tuntas, ia terlihat bimbang. Dan tiba – tiba…
“Assalamu’alaykum…”
“Wa’alaykumussalam, ” jawab Ellayyin sembari membalikkan badan, menghadap ke arah orang yang mengucap salam itu.
“Akhirnya, senang bertemu denganmu… ” Seseorang itu menatap tajam wajah Ellayyin hingga ia terdiam tertunduk. Dia adalah Tony
“Tony “
“Iya hunn, Alhamdulillah sadar juga ini anak,”
“Kenapa nggak bilang-bilang sih… kalau mau ketemu aku? Tanya Ellayyin jengkel.
“Pengen kasih kamu surprise aja, kenapa?” Tony meraih tangan Ellayyin, mengajaknya duduk di gazebo tadi.
“Hmm… ya kaget aja, tiba-tiba kamu nongol aja di depanku… hehe.”
Jawab Ellayyin mulai santai dan segera melepaskan genggaman tangan Tony.
“Hunn…” Tony tersenyum nakal, sambil kedua matanya melirik-lirik ke arah Ellayyin.
“Apa??? Kangen yaa? Hehe…” Ellayyin menggoda.
“Iya, kangeeeen bangeetzzz… kok tau sih?” Pandangan Tony sama sekali tak terlepas dari tatapan tajamnya ke mata Ellayyin.
Yah, cinta memang dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat. Bahkan, sampai ada pepatah yang mengatakan, kalau cinta sudah melekat, tai kucing rasa coklat. Oleh karena itu, tak heran jikalau banyak pasangan dua sejoli yang sedang dimabuk cinta begitu asyik saling memadu kasih, seolah tidak ada yang melihat dan memperhatikan mereka, mereka lupa bahwasanya ALLAH Maha Melihat lagi Maha Mengetahui, termasuk pula apa yang ada di dalam hati kita.
Oleh karena hal itu akan mendorongnya kepada perbuatan yang diharamkan, sebagaimana firman Allah swt
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ
Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya…” (QS. An Nuur : 30).
“Eh, jangan ngeliatin aku kayak gitu ,.. aku kan malu… diliatin orang lho…”
“Ah biarin, bodoh amat hunn…” Jawab Tony cuek sambil terus memandang wajah Ellayyin.
Sedangkan Ellayyin sedari tadi selalu berusaha memalingkan wajahnya agar Tony tak memandangi dirinya terus, karena ia begitu risih terhadap kelakuan Tony kepadanya itu.
“Oh iya, by the way… ini ta rencana pean? tiga hari cuekin aku, eh taunya pean bikin surprise. Sempat aku pikir pean marah sama aku gara-gara statusku di fb yang banyak dikomentari cowok-cowok itu.”
“Hehe iya… dan soal fb, aku nggak marah kok hunn, cuma nggak suka aja. Aku cemburu, aku takut kamu berpaling dari ku… “Tony tampak serius. Yah, selama mereka berpacaran, Tony begitu menyayangi Ellayyin, ia begitu perhatian dan penuh kasih sayang. Sebisa mungkin ia selalu ingin membuat Ellayyin bangga terhadap dirinya, agar Ellayyin tetap awet bersama dirinya.
Karena Ellayyin begitu berharga bagi Tony, entah mengapa ia selalu ingin membuat Ellayyin tersenyum dan tegar dalam menjalankan aktivitas Ellayyin sebagai “ pengemban dakwah “. Hmm,, pembca psti lg mikir ne? “pengemban dakwah” kok pacaran?? Udah,, disimak aja dulu,, :D
Sebenarnya, Ellayyin adalah salah satu pelajar yang tergabung dalam organisasi kerohanian Islam dalam HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Walaupun statusnya masih pelajar SMA serta ia baru saja bergabung dalam HTI, namun ia begitu terkenal dengan kemahirannya dalam berbicara, berdiskusi, bahkan berdebat tentang pengetahuan ilmu-ilmu fiqih Islam. Namun sayang, Ellayyin tidak bisa mengendalikan musuh utama yang ada pada diri setiap manusia, dia adalah hawa nafsu.
Yah, walau sebenarnya ia telah mengetahui seperti apa yang Imam Bukhori pernah katakan bahwa zina tidak hanya terbatas pada apa yang dilakukan oleh kemaluan seseorang saja. Namun zina bisa dilakukan dengan mata melalui pandangan dan penglihatannya kepada sesuatu yang tidak dihalalkan, zina bisa dilakukan dengan lisannya dengan membicarakan hal-hal yang tidak benar dan zina juga bisa dilakukan dengan tangannya berupa menyentuh, memegang sesuatu yang diharamkan.
“Nggak lah Tony … aku nggak akan ngelakuin itu, tenang aja.. ” tangan Ellayyin memegang bahu Tony dan kemudian diletakkan kepalanya ke bahu pacarnya itu.
“Tapi hunn… aku pengen jujur sama kamu, sebenarnya pertanyaan ini sudah muncul sejak pertama kali aku mulai mencintaimu. Plis jawab jujur ya…” Tampak wajah Tony begitu serius.
“Iya, emangnya ada apa sih ki? Serius amat…” Ellayyin mulai merasakan ketidaknyamanan bersandar di bahu Tony, sehingga ditegapkan kembali badannya, dan duduk disebelah Tony.
“Sebenarnya kamu tau nggak hukumnya pacaran dalam Islam itu gimana.. ?”
“Ohh… soal itu. Ya tau kok…”
“Terus?”
“Apa?”
“Ya bagaimana dengan kita hunn?”
“Untuk saat ini aku sangat membutuhkanmu,.. jujur aku nggak bisa kalau tanpa kamu…” Ellayyin tertunduk, tampak matanya berkaca-kaca…
“Kamu nangis? Sudahlah…” Tony mencoba menenangkan kekasih hatinya itu.
“Aku bingung ki… bingung banget… . Sebenarnya pertanyaan seperti itu juga sering mampir di fikiranku ki…tapi…….” Kini Ellayyin benar-benar tak bisa membendung air matanya, ia menangis di pelukan Tony.
“Terima kasih ya, selama ini kau telah menjadi seseorang yang sangat berharga dalam hidupku.” Tony mencoba melepas pelukan Ellayyin darix,,
“Sama-sama”
Tony mengambil sapu tangan dari tas nya dan dihapusnya sisa-sisa air mata yang masih membekas di pipi kekasih hatinya itu.
“Udahan ya nangisnya… cup cup cup.”
“Hehe. Apa’an sih? Aku kan bukan anak kecil !!!” Ellayyin tampak malu, ia mencubit tangan Tony.
“Eitz..jangan marah dong. Aku kan cuma bercanda.”
“HUUFFTT..” Ellayyin menghela nafas panjang, dan ia duduk membelakangi Tony.
“Ini buat kamu…” Tony beranjak dari tempat duduknya, menghadap Ellayyin dan dikeluarkannya dari balik tangannya sebuah benda terbungkus kado bergambar hati yang secara diam-diam ia ambil dari dalam tas. Ia sengaja mengalihkan pembicaraan yang membuat Ellayyin menangis sebelumnya.
“Apa ini ?” Tanya Ellayyin heran.
“Special something just for you.”
“Jangan dibuka disini ya… boleh dibuka setelah kamu sampai kamar.” Tony membisik ke telinga Ellayyin.
“Hla kenapa?”
“Sudahlah…”
“Oya hunn, nggak terasa udah 2 jam kita disini, dan sekarang udah mau dhuhur. Rencana aku mau ke rumah pakde sebelum dhuhur nih, aku balik ya… nggak papa kan?”
“Iya deh.. oh ya, makasi ya ki buat kenang-kenangannya… wah aku jadi ndak enak nih, ndak bisa ngasih apa-apa. Tony sih datangnya nggak bilang-bilang.”
“Halah, sudah lah hunn, bagiku aku bisa ketemu sama kamu aja itu sudah lebih dari cukup. Terima kasih ya atas semuanya… ”
“Nggeh, sami-sami mas… . Hati-hati ya, miss you.” Ellayyin menampakkan wajah cerianya, ia tampak begitu bahagia. Sampai – sampai ia tak menyadari bahwa 1 jam yang lalu, ia telah melewatkan acara kajian islam forum HTI, dekat rumahnya, yang selalu ia laksanakan setiap minggu pagi hingga sebelum dhuhur itu.
“Miss you too yank… ” Dijulurkannya tangan kanan Tony tepat di depan Ellayyin, Ellayyin pun menyambut tangan Tony begitu hangat dan lembut, kemudian diciumnya tangan Tony olehnya. Kemudian Tony pun perlahan pergi meninggalkan Ellayyin sendiri lagi seperti biasa di taman itu. Ia berjalan menuju sebuah motor keren yang diparkirnya tak jauh dari tempat mereka memadu kasih. Ellayyin terus memandang Tony, hingga akhirnya hanyalah bayangan yang disertai asap kendaraan motor Tony yang Ellayyin pandang. Tony telah pergi menuju ke rumah pakde nya yang berada di Perumahan Pondok Pinang-Sidoarjo.
Di tengah perjalanan, Tony mengingat-ingat bayangan kejadian ulang antara dirinya dengan kekasihnya itu. Ia tersenyum pahit. Di depan Ellayyin ia tampak begitu bahagia, namun sebenarnya perasaan Tony begitu tercabik – cabik, ia telah mengetahui dan mengazzamkan pada dirinya tentang hakekat cinta yang sesungguhnya. Yang ia lakukan dan yang ia katakan kepada Ellayyin tadi, sebenarnya hanyalah awal dari rencananya, bahwa ia ingin mengakhiri hubungan haramnya itu. Memang, Tony dan Ellayyin saling mencintai dan menyayangi satu sama lain. Mereka bagaikan kupu-kupu dan bunga yang selalu saling melengkapi satu sama lain. Namun, mereka berdua sama-sama dibesarkan dalam lingkungan pesantren. Yah, mereka adalah seorang ikhwan dan akhwat yang bisa dibilang sangat ta’at akan ajaran Islam. Kedua orang tua mereka masing-masing adalah termasuk orang-orang yang aktif terlibat di dalam suatu majelis Islam. Dan salah satu dari mereka, yaitu Tony telah diberi petunjuk oleh Allah bahwa yang selama ini mereka lakukan adalah salah, adalah haram dan merendahkan martabat mereka sebagai muslim dan muslimah.
“Alhamdulillah… terima kasih ya Allah ” Ucap Ellayyin dalam hati. Bergegas dilangkahkan kedua kakinya menuju rumah, dengan dibawanya dan terus dipandanginya kado special pemberian kekasih hatinya itu sambil terus ia pancarkan wajah penuh suka dan terkadang tersipu malu ketika mengingat – ingat ia telah memeluk Tony.
Sesampainya di kamar, Ellayyin teringat bahwa dirinya telah lupa menghadiri kajian Islam yang rutin ia datangi setiap minggunya, bergegas diambilnya handphone dari tas yang masih dibawanya dan diletakkannya kado special dari Tony ke dalam laci meja belajarnya.
“Astaghfirulloh… 5 sms dan 2 panggilan tidak terjawab dari ukhty dina… haduuh, aku harus alasan apa nih…” Ellayyin tampak kebingungan, sesaat kemudian ia memutuskan untuk membalas sms dari ustadzahnya itu. Dengan perasaan bersalah, ia beralasan bahwa tadi ada acara mendadak, sampai-sampai ia tak sempat untuk memberitahu pembinanya tersebut.
Tiga puluh menit berlalu, Tony sudah sampai di rumah pakdenya, dan ditunaikannya shalat dhuhur berjama’ah bersama keluarga pakde Tony. Begitu pula dengan Ellayyin, ia pun sedang melaksanakan shalat dhuhur berjama’ah dengan keluarganya seperti biasa. Setelah selesai shalat, Tony bergegas ke ruang makan, untuk makan siang bersama, kemudian ia beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa letih dan capek yang ia rasakan.
Berbeda dengan Ellayyin, setelah selesai shalat, ia begitu bersemangat menuju kamar, ia begitu penasaran terhadap kado yang diberikan Tony kepadanya. Ia membukanya dengan perlahan. Ellayyin terkejut. Ternyata yang ia pikir salah. Tony tidak memberinya cincin atau sebuah kalung dengan berisi fotonya dengan Tony. Ellayyin terdiam terpaku.
“Sebuah buku??? Maksudnya apa?” Ellayyin berpikir panjang, ia tak habis pikir, mengapa Tony memberikannya sebuah buku berjudul “ Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan” ?...
Dengan perasaan bingung dan agak kecewa, Ellayyin membuka-buka buku itu, hingga ia menemukan secarik kertas putih, nampaknya itu adalah surat dari Tony. Ellayyin memunculkan senyum manisnya kembali.
“Alhamdulillah, ternyata Tony romantis juga… hehe.” Dibukanya surat tersebut oleh Ellayyin dengan perasaan berbunga-bunga. Yah, ia mengira surat itu adalah surat cinta dari kekasih hatinya. Dan ia salah untuk kedua kalinya. Karena surat tersebut berisi…
Syukur pada Allah yang masih mengkaruniakan nafas padaku dan padamu,
Hunn, ma’afkan aku,
Tolong baca surat ku ini tanpa sedikit pun engkau memberi komentar ya… tolong baca sampai selesai, baru kau boleh berkomentar.
Bismillahirrahmaanirrahiim…
Ukhti…. rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik dan lebih segalanya darimu. Yang Tidak Pernah Mengantuk dan Tidak Pernah Tidur. Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan denganku disepertiga malam terakhir. Yang siap Memberi apa yang kupinta. Dia yang Bertakhta, Berkuasa dan Memiliki Segalanya.
Maaf Ukhti , tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding dengan Dia. Kau sangat lemah, kecil dan kerdil dihadapanNya. Dia berbuat apa saja sekehendakNYA kepadamu. Dan Ukhti, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya cemburu.
Aku takut hubungan kita selama ini membuatNya murka. Padahal, Dia Maha Kuasa, Maha Gagah, Maha Perkasa, dan Maha Keras SiksaNya.
Ukhti, belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti ditanyakan olehNya. Dia bisa marah, Ukhti. Marah tentang saling pandang memandang yang pernah kita lakukan, marah kerana setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena pernah ketetapanNya aku adukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayangkan-bayangkan wajahmu. Dia bisa marah.
Tapi sekali lagi, semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, karena Dia Maha Memaafkan dan Mengampuni.
Ukhti.. , Dia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.
Ukhti, jangan marah ya. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku hanya padaNya, tidak pada selainNya. Tapi tidak cuma aku, Ukhti. Kau pun bisa menjadi kekasihNya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. InsyaAllah. Dia punya rencana yang lebih indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang lelaki sholeh.
Ya, lelaki sholeh yang pasti jauh lebih baik dari diriku saat ini, seorang lelaki yang akan membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridho Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Inilah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, Ukhti.
Ukhti, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi,aku akan tetap menghormatimu sebagai saudariku dijalan Allah. Ya, saudari dijalan Allah, Ukhti. Itulah ikatan terbaik. Tidak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin didunia. Tidak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah ditelaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku… AAMIIIN
Maaf Ukhti, tidak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini merusakkan hati. Goresan pena terakhirku disurat ini adalah doa keselamatan dunia dan akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita ini, insyaAllah.
Kata-kata diatas itu aku copy-paste dari group “Ikhwan-Akhwat anti pacaran”. Group tersebut sangat bagus teman, jika kau berkenan, silahkan bergabung . SEMOGA KAU MENGERTI APA MAKSUDKU DAN KEINGINANKU. AKU MASIH MENCINTAIMU, TAPI AKU LEBIH MENCINTAI ALLAH, DAN AKU SANGAT LEBIH TAKUT KEPADANYA. Ellayyin… aku yakin kau kini sedang tersenyum, karena sesungguhnya kau adalah muslimah yang sholehah, imanmu begitu kuat, namun sayang kau mau terjebak kala aku menginginkanmu menjadi kekasih ku.
Ma’afkan aku yang mungkin terlambat menyadari keputusan indah ini. Ku harap, setelah ini hubungan silahturahmi kita tetap tersambung, dan yang pasti KINI kita adalah teman, tidak lebih. ..!!!
Syukron katsiron ya Ukhty fillah … semoga kau selalu terjaga oleh penjagaan Allah Yang jauh lebih SEMPURNA dari penjagaanku…AAMIIN
Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
Barakallahufikum,
Ellayyin tak bisa berkata apa-apa, air matanya terus mengalir dari wajah cantiknya. Ia begitu down hingga tiba-tiba ia tertidur.
Dua jam berlalu, Umi Ellayyin membangunkannya dari tidur lelapnya. Beliau meminta Ellayyin untuk segera mengambil air wudhu, lalu kemudian melaksanakan shalat ashar berjama’ah. Dengan mata agak tertutup, tanda bahwa Ellayyin masih mengantuk, ia berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu, lalu ia tunaikan shalat ashar berjama’ah bersama keluarga.
Dalam shalatnya, Ellayyin teringat akan Tony. Sehingga bisa dipastikan shalatnya tidak khusyu’. Yah, Ellayyin terus membayangkan wajah mantan “pemilik hatinya” itu, hingga sampai pada penghujung do’a-do’anya. Dia tambahkan sebuah do’a ke dalam deret panjang do’a-do’a yang selalu dibacanya sehabis shalat.
“Ya Allah, Maha Penguasa Cinta, Ridho’i lah kami, pertemukan kami hingga sampai pada ujung dermaga cinta sejati dan berilah kami kemudahan untuk selalu beristhiqomah di jalanMU ya ALLAH… aamiiin ..”
Ellayyin bergegas menuju kamar, ia berniat ingin membalas surat dari saudaranya itu. Sehingga dibacanya kembali surat tersebut. Kali ini dengan penuh seksama. Tiap-tiap kata ia cerna dengan proses panjang. Setelah selesai, segera diambilnya buku catatan koleksi ilmu Pengetahuan tentang Islam.
Ellayyin dengan kecerdasannya mengolah kata-kata, dengan cepat ia berhasil membuat kata-kata ini.
๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑
Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Bukan Itu yg Ku mau…
diamku bukan karena bisu…
tak melihatmu bukan kumelupakanmu…
acuhkan kata-katamu bukan kutelah bosan padamu…
Sungguh!...karena kutakut salah niatku padamu..!!! :'))
pesan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: " jangan pernah kau menyalahkan cinta, tapi salahkan mereka yg menyalahgunakan cinta hingga berbuat dosa"
[astaghfirullaahu wa'atuubu ilaih]
Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya...
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya...
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu...
menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu...
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya...
karena mungkin saja orang yang kau cintai, adalah juga orang yang telah Allah Subhanahu Wata'ala benar-benar pilihkan untukmu...
Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali Radhiyallahu 'anhum? yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah...
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan...
kekuatan harapan, kekuatan impian, hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan dan impian itu menjadi nyata...
dan cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap dan berdo'a pada-Nya?
Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam... !!! Iyaa... biarkan... !!!
karena Allah Ta'alaa masih punya rencana dan 'hadiah terindah ' lain untukmu...
jika dia memang bukan milikmu, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang jauh lebih indah, dan orang yang tepat oleh Allah Subhanahu Wata'ala…
biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri...
dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu...
Allah Subhanahu Wata'ala Tata hatimu...
Sudahkah aku pantas untuk dia ? Benar-benar pantas...???
Biarkanlah jiwamu terbang bebas menjalani semua niatmu, yang terpenting, kita perlu berbaik sangka selalu pada Allah Ta'alaa...
Pasangan kita, adalah cerminan sosok yang hampir mirip dengan kita...
Cintamu pada orang yang kau cintai dan sayangi, titipkanlah...
Titipkanlah pada Allah Ta'alaa...
Sebab hanya Allah Ta'alaa yang Maha Menjaga...
dikala kau dan dia saling berjauhan...
dikala kau dan dia saling memendam rindu, ingin bertemu...
Allah menjaga dengan menenangkan hatimu melalui dzikir dan tadabbur...
Cintamu pada orang yang sungguh-sungguh kau sayangi, adalah milik-Nya...
DAN…
Nantikanlah cinta sejatimu di ujung dermaga nan indah itu… J
Walhamdulillaahirabbil'aalamiin,,
Wassalamu’alaykum warahmatullahiwabarakatuh. Barakallhufikum, J
๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑
Dan di sepertiga malam, Ellayyin dan Tony melaksanakan shalat tahajud di rumah masing-masing. Inilah kekuatan cinta, setelah selesai menunaikan shalat tahajud 4 raka’at, mereka berdo’a yang pada intinya sama – sama menginginkan kelak semoga ALLAH, mempertemukan dan menyatukan mereka dalam indahnya bahtera di ujung dermaga penantian …
Yah, semoga Ellayyin dan Tony kelak akan bersatu di bawah naungan pernikahan yang sah dan mereka dapat bersama-sama menyeru umat manusia untuk melakukan amar ma’ruf, nahi munkar. Aamiin…
SEKIAN
Rabu, 27 Juli 2011
Pedoman Menjalani Kehidupan Yg Semakin Menantang Zaman
1. Ketika Mencari Calon
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita. Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.
2. Ketika Melamar
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.
3. Ketika Akad Nikah
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah.
4. Ketika Resepsi Pernikahan
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoa'kan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan do'a mereka.
5. Ketika Malam Pertama
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.
6. Selama Menempuh Hidup Berkeluarga
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.
7. Ketika Biduk Rumah Tangga Goyang
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.
8. Ketika Belum Memiliki Anak
Cintailah isteri atau suami anda 100%
9. Ketika Telah Memiliki Anak
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%
10. Ketika Ekonomi Keluarga Menurun
Yakinlah bahwa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.
11. Ketika Ekonomi Berkembang
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.
12. Ketika Anda Adalah Suami
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri memerlukan pertolongan anda.
13. Ketika Anda Adalah Isteri
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.
14. Ketika Mendidik Anak
Jangan pernah berfikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.
15. Ketika Bermasalah
Yakinlah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.
17. Ketika Ingin Aman Dan Harmonis
Gunakan :
* Ketaqwaan
* Kasih sayang
* Kesetiaan
* Komunikasi dialogis
* Keterbukaan
* Kejujuran
* Kesabaran.
Asas dari semua perkara adalah Keikhlasan dan Mardhotillah.
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita. Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.
2. Ketika Melamar
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.
3. Ketika Akad Nikah
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah.
4. Ketika Resepsi Pernikahan
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoa'kan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan do'a mereka.
5. Ketika Malam Pertama
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.
6. Selama Menempuh Hidup Berkeluarga
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.
7. Ketika Biduk Rumah Tangga Goyang
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.
8. Ketika Belum Memiliki Anak
Cintailah isteri atau suami anda 100%
9. Ketika Telah Memiliki Anak
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%
10. Ketika Ekonomi Keluarga Menurun
Yakinlah bahwa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.
11. Ketika Ekonomi Berkembang
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.
12. Ketika Anda Adalah Suami
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri memerlukan pertolongan anda.
13. Ketika Anda Adalah Isteri
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.
14. Ketika Mendidik Anak
Jangan pernah berfikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.
15. Ketika Bermasalah
Yakinlah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.
17. Ketika Ingin Aman Dan Harmonis
Gunakan :
* Ketaqwaan
* Kasih sayang
* Kesetiaan
* Komunikasi dialogis
* Keterbukaan
* Kejujuran
* Kesabaran.
Asas dari semua perkara adalah Keikhlasan dan Mardhotillah.
AKU MENCINTAIMU
Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.
Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.
nb: sediakan tissu sebelum membacanya yak..
****
Cinta itu butuh kesabaran…
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita…
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…
Pernikahan kami sederhana namun meriah…
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu…
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci…
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihatsekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.
***
Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saatini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.
Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.
Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…
Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…
Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…
Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yanghampir membuat ku menjadi seorang janda itu.
Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al –Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukanaktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.
Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, akumelihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dandisaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobroldengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.
Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suamiku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.
Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” danmereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semuamelihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.
Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelahaku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia punmenjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku punsenyum melihat wajahnya.
Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …
“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.
Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya,perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hinggaakhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangandengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apayg mereka bicarakan.
Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, barusebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dianmengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya.Kemudian aku pun menemaninya.
Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, “lebih baik kau pulang saja, adakami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”
Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abangharus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebatdengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku.Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan halyang sama.
Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang takberpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunyasalah ataupun tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergimeninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.
Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembalidari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangismengapa mereka sangat membenciku.
***
Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takutkehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.
Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggilku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk diayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam airmancur itu.
Aku bertanya, “Ada apa kamu memanggilku?”
Ia berkata, “Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”
Aku menjawab, “Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu ditravel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”
“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudahlama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akanpulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.
“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?”,tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewakarena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telahbersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.
“Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.
“Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidakbertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku.Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.
Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang &cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karenakeluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena suamikusangat sayang padaku.
Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhematdalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.
Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya haruskomplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganyaharus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang danaku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akandibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku,lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakanterjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisamenangis karena akan ditinggal pergi olehnya.
Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-samakemana pun ia pergi.
Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karenabiasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.
Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.
Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku taktahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuksangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.
***
Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri.Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku takterlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.
Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuhsakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan akumenahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Akudilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemanikudisana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.
Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..
Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akanpunya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudianaku hanya bisa memeluk adikku.
Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya,”kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..
Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jikamenelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..
Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau membuatnyakhawatir selama ia berada di Sabang.
Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan ceritapadanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-fotokami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.
Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.
Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi,aku akan kabarin lagi”.
Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja egoyang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfumkesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akanmenyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.
Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelummasuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, akumembungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku takmau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.
Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..
Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naikkeruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..
Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nyasampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku padatempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.
Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas,aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengeelus wajahnya dan aku ciumkeningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.
***
Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya daribalkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi iatak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawahtanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi iabegitu cepat pergi.
Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa iabersikap tidak biasa terhadapku?
Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itujuga aku langsung menelpon kerumah mertuakudan kebetulan Dian yang mengangkattelponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengansuamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon punlangsung terputus.
Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubahsetelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku,apalagi memanjakan aku.
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggungjawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, akuselalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulangterlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah.
Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantanpacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu,tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suamitetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.
Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.
***
Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam,lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.
Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetapseperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan.Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanyaperihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadiibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.
Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorangguru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatankankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.
Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadiorang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikirsendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamikumemanggilku.
“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.
“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.
“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.
Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, diamembentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.
Dia mengatakan “Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”
Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabangsambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.
Dua tahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadiorang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasifoto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Akumenangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi akutak bisa.
Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, sukamembanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikapketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabarmengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..
***
Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidaktidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana,termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..
Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tuaitu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.
Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tuayg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahirtiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegeraberkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengahrumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.
Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengankebisuan, aku tak berani bertanya padanya.
Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atassemuanya, membuka pembicaraan.
“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”.Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.
“Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..
Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun,sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebabselama ini kau selalu keguguran!!”.
Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukahdipisahkan dengan suamiku?
“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikahdengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnyamenikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logatorang Sabang seperti itu semua.
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.
“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknyamasih melanjutkan pembicaraan itu.
Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin akupeluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.
Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannyadengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana?kau dimadu atau diceraikan?”
MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remukmendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti initerhadapku..
Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulaukayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.
“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.
Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar akumenjawab dengan tegas.
“Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapatberdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluargaini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami.”
Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itujuga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikitpun menetes di hadapan mereka.
Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatkudirumah kita nanti, yah?”
Suamiku menjawab, “Dia Desi!”
Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, “Kapan pernikahannyaberlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”
Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”
“Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnyamengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisiuntuk pamit ke kamar.
Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku bukapintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi akusendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit.Diiringi akutnya penyakitku..
Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakanganini?
Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambilbertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?”
Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihatwajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampirhabis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.
Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiridibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cerminmeja rias itu.
Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberisahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti!Iya kan?.”
Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum danbertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakaishampo.
Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakankulagi. Lalu dia berkata, “sudah malam, kita istirahat yuk!”
“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.
Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan akuakan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.
Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Akuingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayangdan cintanya itu.
***
Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.
Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah padasuamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedangtidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Akusave di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”
Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar.Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja akutakkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yangtelah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.
“Apakah kamu sudah siap?”
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :
“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalamrumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketikakalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimanayang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karenatak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.
Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”
Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsungmenatapnya dengan mata yang berbinar-binar…
“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwakuping ini tidak salah mendengar.
Dia mengangguk dan berkata, “Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”,sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkukkarena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.
Dia tersenyum sambil berkata, “Kita liat saja nanti ya!”. Dia memelukku danberkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”.
Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah,apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Akukangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen denganmanjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwaaku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belumbisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yangdihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzinaAyah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata,”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.
Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.
Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tibaperutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan iabertanya, “bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.
Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudahmebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang”. Karena dia akanmenikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acaraprosesi akad nikah tersebut.
***
Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.
Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati inicemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.
Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begituijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu,memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.
Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yanghadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapansangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu..hatiku menangis.
Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencucikakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka denganpernikahan ini?
Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti akudahulu, yang di musuhi.
Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur denganperempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukandidalam sana.
Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, laluaku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekatilalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyatatidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah,tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.
“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum danmegajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku takboleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang keJakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”
Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untukistirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lamaini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untukmengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saatini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan darisuamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..
Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.
Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”
“Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah seringterluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.
Lalu suamiku berkata, “Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selamaayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bundaseperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayahpernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bundagak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“sepertiitu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalaubunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahioleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda”
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan didirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapatulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.
Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah. Aku tidak pernah berzinahdan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapaaku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah.Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karenamenderita mencintaimu.”
Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamarpengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku danberusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.
Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.
***
Keesokan harinya…
Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimkusakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ialangsung menggendongku.
Aku pun dilarikan ke rumah sakit..
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..
Aku merasakan tanganku basah..
Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.
Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, “Bunda, Ayah minta maaf…”
Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadipadaku?
Aku berkata dengan suara yang lirih, “Yah, bunda ingin pulang.. bunda inginbertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”
“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget samaAyah.”
Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudahtak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihatwajahnya yang tampan, berlinang air mata.
Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengankalimat tahlil.
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..
Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kamimenikah.
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.
Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampaiaku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’aagar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku,apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikritetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari duluaku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau bencidiriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikapsebaliknya.”
***
Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.
========================
Ayah,mengapa keluargamu sangat membenciku?
Aku dihina oleh mereka ayah.
Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?
Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adikiparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..
Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilkudengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah?
Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membelaadikmu, tak ada gunanya Yah..
Aku diusir dari rumah sakit.
Aku tak boleh merawat suamiku.
Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.
Aku sangat marah..
Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi danibunya..
Aku tak mau sakit hati lagi.
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..
Engkau Maha Adil..
Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..
Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..
Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu.
Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui.
Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku.
Aku harus sadar diri.
Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu.
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?
Ayah.. aku masih tak rela.
Tapi aku harus ikhlas menerimanya.
Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya.
Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku.
Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir.
Sebelum ajal ini menjemputku.
Ayah.. aku kangen ayah..
===========
Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..
Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.
Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkankeceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.
Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.
Bunda akan selalu hidup dihati ayah.
Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..
Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutkutak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.
Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku takperduli, hidup dalam kesendirianmu..
Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur denganbelaian tangan Bunda yang halus.
Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..
Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.
Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..
Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat ditidurmu yang panjang.
Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakanapa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kaudi fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.
Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?
Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?
Tunggulah Ayah disana Bunda..
Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..
Ayah Sayang Bunda..
Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.
nb: sediakan tissu sebelum membacanya yak..
****
Cinta itu butuh kesabaran…
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita…
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…
Pernikahan kami sederhana namun meriah…
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu…
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci…
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihatsekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.
***
Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saatini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.
Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.
Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…
Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…
Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…
Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yanghampir membuat ku menjadi seorang janda itu.
Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al –Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukanaktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.
Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, akumelihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dandisaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobroldengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.
Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suamiku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.
Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” danmereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semuamelihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.
Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelahaku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia punmenjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku punsenyum melihat wajahnya.
Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …
“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.
Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya,perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hinggaakhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangandengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apayg mereka bicarakan.
Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, barusebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dianmengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya.Kemudian aku pun menemaninya.
Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, “lebih baik kau pulang saja, adakami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”
Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abangharus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebatdengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku.Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan halyang sama.
Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang takberpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunyasalah ataupun tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergimeninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.
Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembalidari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangismengapa mereka sangat membenciku.
***
Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takutkehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.
Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggilku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk diayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam airmancur itu.
Aku bertanya, “Ada apa kamu memanggilku?”
Ia berkata, “Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”
Aku menjawab, “Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu ditravel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”
“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudahlama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akanpulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.
“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?”,tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewakarena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telahbersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.
“Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.
“Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidakbertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku.Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.
Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang &cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karenakeluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena suamikusangat sayang padaku.
Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhematdalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.
Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya haruskomplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganyaharus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang danaku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akandibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku,lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakanterjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisamenangis karena akan ditinggal pergi olehnya.
Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-samakemana pun ia pergi.
Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karenabiasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.
Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.
Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku taktahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuksangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.
***
Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri.Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku takterlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.
Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuhsakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan akumenahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Akudilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemanikudisana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.
Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..
Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akanpunya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudianaku hanya bisa memeluk adikku.
Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya,”kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..
Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jikamenelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..
Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau membuatnyakhawatir selama ia berada di Sabang.
Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan ceritapadanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-fotokami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.
Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.
Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi,aku akan kabarin lagi”.
Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja egoyang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfumkesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akanmenyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.
Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelummasuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, akumembungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku takmau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.
Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..
Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naikkeruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..
Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nyasampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku padatempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.
Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas,aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengeelus wajahnya dan aku ciumkeningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.
***
Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya daribalkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi iatak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawahtanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi iabegitu cepat pergi.
Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa iabersikap tidak biasa terhadapku?
Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itujuga aku langsung menelpon kerumah mertuakudan kebetulan Dian yang mengangkattelponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengansuamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon punlangsung terputus.
Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubahsetelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku,apalagi memanjakan aku.
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggungjawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, akuselalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulangterlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah.
Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantanpacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu,tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suamitetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.
Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.
***
Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam,lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.
Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetapseperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan.Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanyaperihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadiibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.
Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorangguru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatankankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.
Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadiorang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikirsendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamikumemanggilku.
“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.
“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.
“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.
Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, diamembentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.
Dia mengatakan “Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”
Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabangsambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.
Dua tahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadiorang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasifoto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Akumenangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi akutak bisa.
Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, sukamembanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikapketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabarmengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..
***
Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidaktidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana,termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..
Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tuaitu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.
Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tuayg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahirtiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegeraberkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengahrumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.
Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengankebisuan, aku tak berani bertanya padanya.
Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atassemuanya, membuka pembicaraan.
“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”.Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.
“Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..
Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun,sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebabselama ini kau selalu keguguran!!”.
Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukahdipisahkan dengan suamiku?
“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikahdengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnyamenikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logatorang Sabang seperti itu semua.
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.
“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknyamasih melanjutkan pembicaraan itu.
Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin akupeluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.
Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannyadengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana?kau dimadu atau diceraikan?”
MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remukmendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti initerhadapku..
Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulaukayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.
“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.
Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar akumenjawab dengan tegas.
“Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapatberdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluargaini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami.”
Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itujuga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikitpun menetes di hadapan mereka.
Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatkudirumah kita nanti, yah?”
Suamiku menjawab, “Dia Desi!”
Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, “Kapan pernikahannyaberlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”
Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”
“Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnyamengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisiuntuk pamit ke kamar.
Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku bukapintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi akusendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit.Diiringi akutnya penyakitku..
Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakanganini?
Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambilbertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?”
Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihatwajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampirhabis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.
Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiridibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cerminmeja rias itu.
Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberisahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti!Iya kan?.”
Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum danbertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakaishampo.
Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakankulagi. Lalu dia berkata, “sudah malam, kita istirahat yuk!”
“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.
Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan akuakan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.
Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Akuingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayangdan cintanya itu.
***
Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.
Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah padasuamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedangtidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Akusave di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”
Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar.Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja akutakkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yangtelah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.
“Apakah kamu sudah siap?”
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :
“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalamrumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketikakalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimanayang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karenatak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.
Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”
Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsungmenatapnya dengan mata yang berbinar-binar…
“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwakuping ini tidak salah mendengar.
Dia mengangguk dan berkata, “Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”,sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkukkarena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.
Dia tersenyum sambil berkata, “Kita liat saja nanti ya!”. Dia memelukku danberkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”.
Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah,apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Akukangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen denganmanjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwaaku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belumbisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yangdihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzinaAyah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata,”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.
Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.
Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tibaperutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan iabertanya, “bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.
Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudahmebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang”. Karena dia akanmenikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acaraprosesi akad nikah tersebut.
***
Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.
Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati inicemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.
Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begituijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu,memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.
Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yanghadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapansangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu..hatiku menangis.
Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencucikakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka denganpernikahan ini?
Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti akudahulu, yang di musuhi.
Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur denganperempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukandidalam sana.
Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, laluaku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekatilalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyatatidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah,tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.
“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum danmegajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku takboleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang keJakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”
Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untukistirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lamaini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untukmengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saatini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan darisuamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..
Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.
Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”
“Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah seringterluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.
Lalu suamiku berkata, “Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selamaayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bundaseperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayahpernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bundagak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“sepertiitu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalaubunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahioleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda”
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan didirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapatulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.
Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah. Aku tidak pernah berzinahdan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapaaku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah.Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karenamenderita mencintaimu.”
Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamarpengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku danberusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.
Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.
***
Keesokan harinya…
Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimkusakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ialangsung menggendongku.
Aku pun dilarikan ke rumah sakit..
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..
Aku merasakan tanganku basah..
Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.
Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, “Bunda, Ayah minta maaf…”
Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadipadaku?
Aku berkata dengan suara yang lirih, “Yah, bunda ingin pulang.. bunda inginbertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”
“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget samaAyah.”
Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudahtak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihatwajahnya yang tampan, berlinang air mata.
Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengankalimat tahlil.
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..
Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kamimenikah.
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.
Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampaiaku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’aagar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku,apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikritetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari duluaku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau bencidiriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikapsebaliknya.”
***
Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.
========================
Ayah,mengapa keluargamu sangat membenciku?
Aku dihina oleh mereka ayah.
Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?
Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adikiparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..
Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilkudengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah?
Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membelaadikmu, tak ada gunanya Yah..
Aku diusir dari rumah sakit.
Aku tak boleh merawat suamiku.
Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.
Aku sangat marah..
Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi danibunya..
Aku tak mau sakit hati lagi.
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..
Engkau Maha Adil..
Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..
Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..
Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu.
Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui.
Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku.
Aku harus sadar diri.
Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu.
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?
Ayah.. aku masih tak rela.
Tapi aku harus ikhlas menerimanya.
Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya.
Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku.
Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir.
Sebelum ajal ini menjemputku.
Ayah.. aku kangen ayah..
===========
Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..
Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.
Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkankeceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.
Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.
Bunda akan selalu hidup dihati ayah.
Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..
Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutkutak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.
Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku takperduli, hidup dalam kesendirianmu..
Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur denganbelaian tangan Bunda yang halus.
Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..
Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.
Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..
Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat ditidurmu yang panjang.
Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakanapa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kaudi fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.
Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?
Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?
Tunggulah Ayah disana Bunda..
Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..
Ayah Sayang Bunda..
Langganan:
Postingan (Atom)
